Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tilang (merdeka.com)
Dream - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai melakukan penindakan terhadap pada pelanggar aturan lalu lintas yang tertangkap CCTV sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada 1 November 2018. Hal ini seiring dengan berakhirnya masa uji coba sistem tersebut.
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, mengatakan pihaknya telah menggelar sosialisasi penerapan E-TLE mulai 1 Oktober. Sedangkan pada 1 November nanti tindakan diberlakukan di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman.
" Tujua (sosialisasi) supaya nanti mengetahui proses E-TLE ini akan berlangsung pada tanggal 1 November sudah dilaksanakan penindakan," kata Yusuf, Senin 15 Oktober 2018.
Yusuf menuturkan sistem ini akan merekam seluruh jenis kendaraan. Baik itu kendaraan Polisi, TNI, kendaraan dinas pemerintah dan kendaraan pribadi.
" Mobil dinas sama semuanya pasti ditindak tapi penindaknya kalau Polri ada Propam. Propam yang suruh nindak, kita kasih datanya seperti ini," ujar dia.
Hingga kini, Polisi terus menyempurnakan sistem E-TLE agar tidak mengalami kendala saat penerapan. Sejauh ini, kata Yusuf, belum ada kendala teknis berarti yang dijumpai.
" Kalau kendala teknis sedikit paling masalah listrik. Tapi untuk jaringan di sini tidak ada kendala," kata Yusuf.
Terkait dengan kendaraan yang sudah dibeli namun belum dibalik nama, Yusuf berharap pemilik kendaraan atau penjual segera melapor ke Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap). Sehingga jika terjadi pelanggaran tidak ada yang merasa dirugikan.
" Kalau kendaraan dipindahtangankan berarti kan mereka harus konfirmasi atau klarifikasi. Mereka harus melapor juga kepada Samsat terdekat sehingga nanti di situ bisa diubah datanya, data kendaraan tersebut," ucap dia. (ism)
Dream - Ditlantas Polda Metro Jaya bakal memberlakukan uji coba sistem e-Tilang di DKI Jakarta mulai bulan depan. Sebelum efektif memberlakukan metode baru ini, pihak kepolisian akan memaksimalkan tahap sosialisasi kepada pengguna jalan.
" Satu bulan kemudian penerapan, penegakkan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, Jumat 14 September 2018.
Yusuf mengatakan sosialisasi diberlakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait sistem e-Tilang. Ini agar masyarakat tidak kaget ketika nantinya sistem tersebut berlaku penuh.
Selanjutnya, Yusuf mengatakan uji coba akan dijalankan di ruas Jalan Sudirman-Thamrin. Nantinya, penerapan diperluas setelah masa uji coba dinyatakan cukup.
" Jadi kalau memang target kami Sudirman dan Thamrin dulu, protokol dulu. Seperti waktu kita melaksanakan ganjil-genap, kan Sudirman-Thamrin dulu, protokol dulu," kata Yusuf.
Lebih lanjut, Yusuf menerangkan awalnya uji coba ini baru dijalankan pada September karena tertunda lantaran berlangsungnya event Asian Games 2018.
" Karena ada kegiatan Asian Gamses dan sebagainya. Jadi kami mundur lagi, kemungkinan Oktober harus dilaksanakan ini," kata Yusuf.
Dream - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku sudah memasang kamera CCTV menjelang pelaksanaan uji coba Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau e-tilang. Keberadaan kamera tersebut dirahasiakan oleh polisi.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, memastikan kamera CCTV tersebut telah bekerja dengan baik dan terhubung dengan sistem di kantor pengendali.
" Jadi E-TLE itu sekarang satu kamera sudah dipasang lengkap dan sudah connect dengan back office yang ada di TMC," ujar Yusuf, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 26 September 2018.
Yusuf mengatakan proses selanjutnya adalah formulasi sistem. Jika semua sudah siap, Yusuf akan menyampaikannya kepada media.
Rencananya, ada beberapa CCTV yang terpasang ketika masa uji coba nanti. Terkait lokasi penempatan, kata Yusuf, masih dalam pembahasan dengan beberapa lembaga terkait.
" Kita perlu survei, perlu adanya masukan dari beberapa pihak," kata dia.
Dia menjelaskan survei tersebut dimaksudkan agar pemasangan CCTV dapat efektif. Sebab, jika sampai tidak efektif, teknologi yang dipakai menjadi tidak bermanfaat.
" Makanya perlu suatu survei dulu, kira-kira yang mana prioritas, sehingga nanti di situ dapat menimbulkan efek jera kepada kepada masyarakat," kata Yusuf.
Nantinya, empat CCTV dipasang selama masa uji coba. Seluruh kamera bekerja selama 24 jam.
" Ada 4 titik. Rencananya di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin dulu," ucap Yusuf.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya