Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pejuang Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menyebut, sebanyak 3.000 orang yang bergabung dengan ISIS menyerah dan keluar dari Baghouz, timur Suriah.
Dilaporkan Al Jazeera, Anggota SDF, Mustafa Bali mengatakan, para militan Suriah itu keluar melalui koridor kemanusiaan yang didirikan warga Kurdi. Diantara ribuan orang yang menyerah pada 5 Maret 2019 tersebut, merupakan tentara militan ISIS.
Proses penyerahan diri bermula saat pasukan SDF mengepung wilyah Baghouz yang dihuni simpatisan ISIS. Wilayah Baghouz disebut sebagai wilayah terakhir yang dikuasai ISIS.
Meski begitu, aktivis setempat menyebut masih ada ratusan pejuang dan warga ISIS yang berada di wilayah Baghouz.
Sejak 20 Februari 2019, lebih dari 10.000 orang telah meninggalkan kantong persembunyian ISIS. Banyak diantara yang menyerahkan diri yaitu perempuan dan anak-anak.
Para perempuan dan anak-anak tersebut dibawa ke sebuah lokasi pengungsi untuk orang-orang terlantar di wilayah utara Suriah. Sementara itu, para tentara dimasukkan ke fasilitas penahanan.
Seorang pejabat Komite Internasional untuk Palang Merah, Robert Mardini, mengatakan, bahwa populasi di kamp pengunsi telah meningkat drastis.
Pada awal Desember tercatat 34.000 orang, menjadi 45.000. Dia mengatakan, beberapa ribu orang terutama wanita dan anak-anak tiba setiap hari jumlah itu " terus bertambah" .
Mardini mengatakan mereka yang keluar dari Baghouz menderita " sakit, terluka, lelah, dan takut" .
Dream - Seorang pemuda yang gemar bermain gim komputer, John Duttenhofer, pergi ke Suriah untuk berperang melawan kelompok ISIS. John bergabung bersama militan Yekineyen Parastina Gel (YPG) atau Unit Proteksi Orang.
Uniknya, John tak punya latar belakang militer. John nekat pergi ke Suriah berbekal gim perang Call of Duty yang dia mainkan setiap hari.
John mengaku, menghabiskan bermain gim Call of Duty selama 13 jam sehari. Dari gim tersebut dia belajar menghadapi pertempuran dan menyergap lawan.
" Saya mempersiapkan diri mengenai strategi perang dan cara agar tidak terbunuh, seperti cara menggunakan anti peluru dan tidak berdiri di tempat terbuka," kata John dikutip dari The Stars, Kamis 28 Februari 2019.

John Duttenhofer belajar strategi perang dari gim (Foto: Twitter)
John menghabiskan waktu bermain gim setelah sekolah. " Dalam gim kamu akan tertembak dan kamu dengan cepat belajar jika kamu terbunuh, tetapi dalam kehidupan nyata kamu hanya mati," ujar dia.
John mengatakan, meski telah di zona perang tetap menyisihkan waktu bermain gim. Dia menghabiskan siang untuk bermain Dungeons and Dragos, membaca, dan ngobrol.
Tetapi pada malam hari, pemuda asal Colorado, Amerika Serikat (AS) itu akan menemani unit penembak jitu dengan AK47 untuk melacak pejuang ISIS.
Pemerintah AS sebetulnya telah menyarankan warganya untuk tidak ke Suriah. AS juga menyebut, tidak ada konsekuensi hukum untuk menjadi sukarelawan memerangi ISIS dengan milisi Kurdi dan Suriah.
“ Saya tidak memiliki masalah tentang itu. Mereka (ISIS) adalah kelompok yang lebih buruk daripada Nazi. Mereka ingin menjalani zaman kegelapan lagi dan aku tidak ingin hidup di dunia bersama mereka," ujar dia.
John kembali ke kampung halamannya pada Februari 2019. Dia kembali empat bulan setelah sahabatnya warga Inggirs tewas pada Oktober 2018.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya