Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi PSBB Di Jakarta (Liputan6.com)
Dream - Aparat gabungan Kabupaten Sidoarjo menggelar razia jam malam selama masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebanyak 301 orang terjaring razia tersebut karena masih melakukan aktivitas malam seperti nongkrong di warung kopi dan lainnya.
Kepala Bagian Operasi Polresta Sidoarjo, Komisaris Mujito, mengatakan mereka yang terjaring dibawa ke Mapolresta Sidoarjo untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Rapid test secara acak dilakukan kepada 85 dari 301 orang tersebut dan hasilnya empat orang dinyatakan positif Covd-19.
" Hasil dari 85 rapid test malam ini, ada 4 orang terduga positif Covid-19," kata Mujito, dikutip dari Liputan6.com.
Polisi dan petugas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan lanjut kepada empat warga tersebut dengan tes swab. Ini guna memastikan mereka positif tidaknya terjangkit corona.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Syaf Satriawarman, mengatakan masyarakat sebaiknya mentaati PSBB yang diberlakukan pemerintah setempat.
" Supaya upaya pemutusan mata rantai Covid-19 ini dapat dengan cepat teratasi," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Sidoarjo melakukan rapid test virus corona kepada 250 orang di Polresta Sidoarjo. Sebabnya, 250 orang ini terjaring oleh anggota gabungan di beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo dalam razia larangan keluar selama jam malam PSBB, Senin, 4 Mei 2020 dini hari.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Sumardji, mengatakan mereka yang terjaring ada yang remaja hingga orang tua. Mereka berkerumun di warung kopi dan keluar tanpa alasan jelas di saat berlakunya jam malam PSBB.
" Sesampainya di Polresta Sidoarjo, mereka yang terjaring razia harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan dilakukan rapid test untuk mengetahui ada tidaknya di antara warga yang masih nekat keluar saat jam malam yang terjangkit Covid-19," ujar Sumardji.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerima beberapa keluhan dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, Jawa Barat. Salah satu keluhan datang dari Kapolres Depok, Kombes Azis Andriansyah.
Di hadapan Tito, Azis mengungkap masih ada 36 masjid di Depok aktif menggelar ibadah selama Ramadhan. Padahal, masyarakat sudah diminta ibadah di rumah selama pelaksanaan PSBB.
" Di antara 533 masjid, ada 36 masjid yang masih menjalankan aktivitas. Alasannya, masjid itu hanya dikunjungi orang kampung sendiri dan tidak melibatkan orang luar," ujar Tito, dikutip dari Liputan6.com.
Tito menyarankan agar Polres Depok segera menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menanggulangi masalah tersebut. Terlebih, di Depok juga masih ada kegiatan Sahur On The Road yang mengabaikan imbauan penggunaan masker dan jaga jarak.
" Untuk itu Kapolres akan menggandeng MUI untuk melaksanakan sosialisasi bersama di bulan Ramadhan. Terutama untuk kegiatan sahur ke jalan yang beberapa di antaranya masih mengabaikan penggunaan masker dan jaga jarak," kata Tito.
Tito menambahkan, setiap keluhan yang diterima akan dikaji bersama pemerintah pusat. Meski demikian, diakui selama pemberlakukan PSBB berlangsung di Depok, tingkat penularan Covid-19 mulai menurun.
" Ada hal yang menggembirakan dalam kunjungan kerja itu, tentang adanya kecenderungan penurunan kasus baru setelah PSBB. Berarti PSBB membawa angin segar untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Depok," kata Tito.
Sumber: Liputan6.com/Fachrur Rozie
Dream - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan masa pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bogor, Depok, dan Bekasi diperpanjang. Masa perpanjangan tersebut ditetapkan 14 hari terhitung mulai besok, Rabu, 29 April 2020 pukul 00.00 WIB.
" PSBB Bodebek akan diperpanjang 14 hari ke depan mulai Rabu, sudah diputuskan," kata Ridwan, dikutip dari Liputan6.com.
PSBB Bodebek dijalankan mulai 15 April pukul 00.00 WIB hingga 28 April pukul 24.00 WIB. Selama pelaksanaan PSBB, kata Ridwan, tren persebaran Covid-19 terutama di Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok menunjukkan penurunan.
Tetapi, kasus di Kota dan Kabupaten Bekasi justru mengalami kenaikan. Hal ini jadi salah satu pertimbangan perlunya masa PSBB diperpanjang.
" Jadi, berita ini highlight-nya, PSBB Bodebek berhasil khususnya di tiga wilayah," kata Ridwan, dilaporkan Antara.
Secara umum, kata dia, penurunan kasus Covid-19 di Jabodetabek mencapai 38,5 persen. " Artinya, PSBB dianggap baik dan berhasil menekan persebaran Covid-19," ucap Ridwan.
Terkait penerapan PSBB di Bandung Raya, Ridwan mengatakan hal tersebut akan dievaluasi. Status perpanjangannya akan diputuskan pekan depan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Yusron Fahmi)
Dream - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan kabar baik terkait perkembangan kasus infeksi virus corona. Menurut dia, penambahan kasus positif di DKI Jakarta menunjukkan tren melambat.
" Khusus DKI Jakarta perkembangan terakhir kasus positif telah alami perlambatan yang pesat dan saat ini telah mengalami flat dan kita doakan semoga tidak terlalu banyak kasus positif yang terjadi," ujar Doni, dikutip dari Liputan6.com.
Doni juga menjelaskan pelambatan penularan ini dapat terjadi karena adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kian berjalan baik. Hal yang sama pun telah dilaporkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan ke Presiden Joko Widodo.
Dengan adanya kebijakan PSBB, kegiatan masyarakat yang berpotensi menularkan virus dapat terbatasi.
" Ini diakibatkan karena PSBB yang telah berjalan dengan baik. Bapak Gubernur DKI telah laporkan Presiden tentang hasil yang dicapai selama pelaksanaan PSBB," jelas Doni.
Menurut laporan yang dia terima, hingga Senin, 27 April 2020, terdapat sejumlah penurunan pasien yang dirawat. Jumlah pasien yang dirawat saat ini mencapai 7.032 orang.
" Saat ini terdapat 7.032 orang yang mana dilihat dari jumlah bed di ruang isolasi sebanyak 10.179 bed, artinya kabarnya adalah kabar gembira. Oleh karena itu, keadaan ini harus kita jaga jangan sampai kita menambah saudara kita yang dirawat di RS," jelas Doni.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya