Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Ilustrasi
Dream - Keterbatasan tak menghalangi manusia-manusia bermental baja menggapai mimpinya. Segalanya mungkin, jika kita berusaha. Mereka yang mengatakan bahwa takdir tidak dapat diubah, mereka harus membaca artikel ini.
Jika melihat ke sekeliling, Anda akan menyadari masih banyak orang di luar sana yang bisa mengubah nasib mereka sendiri. Bahkan dalam keterbatasannya.
Solusi bagi setiap masalah adalah diri kita sendiri, Anda hanya perlu menemukannya dengan mencoba.
Mengutip laman Listyhow, berikut tujuh orang penuh inspirasi yang hampir tak pernah dibayangkan manusia: (Ism)
© Dream
1. Nick Vujicic
Nick Vujicic adalah seorang motivator top dari Australia. Sejak lahir, ia menderita kelainan langka yang disebut tetra-amelia. Akibat sindrom ini, penderitanya tidak memiliki keempat anggota badan, yakni sepasang tangan dan sepasang kaki.
Tidak adanya anggota badan tersebut tidak menyurutkan Vujicic dalam melakukan aktivitas sehari-hari, bahkan mencapai cita-citanya. Dia bisa melakukan surfing, berenang, dan bahkan bisa bermain sepak bola.
Pada usia 21, ia lulus dari Griffith University dengan gelar Bachelor of Commerce di dua jurusan, Akuntansi dan Perencanaan Keuangan. Kini, Vujicic bisa keliling dunia sebagai seorang motivator profesional. (Ism)
© Dream
2. Jessica Cox
Lahir pada tahun 1983, Jessica Cox dari Amerika adalah pilot berlisensi tanpa lengan pertama di dunia. Cox memang lahir tanpa lengan. Dia juga atlet taekwondo wanita pertama tanpa lengan yang meraih sabuk hitam di American Taekwondo Association.
Tak berhenti di situ, dia juga seorang penyelam bersertifikat dan dapat mengemudikan mobil. Cox adalah lulusan psikologi dari University of Arizona. Dia mengambil pelatihan sebagai pilot selama tiga tahun sebelum menjadi pilot wanita pertama tangan lengan. (Ism)
© Dream
3. Nando Parrado
Nando Parrado adalah salah satu korban dari 16 korban kecelakaan pesawat yang selamat. Kejadian tersebut terjadi pada 13 Oktober 1972 ketika sayap pesawat yang ditumpanginya menabrak lereng gunung pegunungan Andes dan jatuh. Mereka yang selamat minum air dengan salju yang mencair.
Parrado terjebak di pegunungan selama 2 bulan. Setelah itu, ia mencoba mendaki pegunungan. Parrado kemudian turut menulis sebuah buku yang menceritakan kehidupannya selama terjebak di pegunungan Andes. (Ism)
© Dream
4. Sean Swarner
Sean Swarner adalah penyintas (survivor) dua macam kanker. Dia satu-satunya orang di dunia yang didiagnosis dengan penyakit Hodgkin dan sarkoma (tumor) Askin. Namun kondisi ini tak menyurutkan semangat hidupnya.
Sean mampu menaklukan puncak Everest dan menjadi penyintas kanker pertama yang berhasil melakukannya. Ketika dokter mengangkat tumor askin yang diidapnya, Sean diharapkan hanya bisa bertahan hidup selama kurang dari dua minggu. Tapi dia berhasil mengatasi itu. Dia bahkan bercita-cita mendaki gunung tertinggi di setiap benua di dunia. (Ism)
© Dream
5. Randy Pausch
Randolph Frederick ‘Randy’ Pausch (23 Oktober 1960 - 25 Juli 2008) adalah seorang profesor Amerika dalam bidang ilmu komputer dan interaksi manusia-komputer dan desain di Carnegie Mellon University (CMU) di Pittsburgh, Pennsylvania.
Pada September 2006, Paush divonis menderita kanker pankreas, sebuah penyakit yang mematikan. Kendati demikian, pada tahun 2007, dia memberikan kuliah penyemangat berjudul 'The Last Lecture: Really Achieving Your Childhood Dreams' atau 'Kuliah Terakhir: Cara Menggapai Mimpi Masa Kanak-Kanak Anda'.
Kuliah penuh inspirasi itu kemudian diunggah di YouTube dan menjadi viral. Ia juga ikut menulis sebuah buku tentang tema yang sama yang diterbitkan oleh New York Times dan menjadi best-seller. Pada tanggal 25 Juli 2008, Pausch meninggal karena komplikasi dari penyakit kanker pankreas yang dideritanya. (Ism)
© Dream
6. Ben Underwood
Ben Underwood didiagnosa menderita kanker retina pada usia dua tahun sehingga kedua matanya dicabut pada usia 2-3 tahun. Pada usia 5 tahun, ia mulai berlatih teknik echolocation (teknik menggunakan gema untuk membedakan lokasi objek).
Dia menggunakan teknik yang biasa digunakan kelelawar itu untuk bermain basket, sepak bola, naik sepeda, sepatu roda dan skateboard. Dia akhirnya meninggal pada usia 16 dengan kanker yang sama yang merenggut kedua matanya. (Ism)
© Dream
7. Liz Murray
Liz Murray adalah pembicara inspiratif asal Amerika. Meski tunawisma saat masih bersekolah, Murray akhirnya menjadi mahasiswi di perguruan tinggi favorit Harvard University. Ketika usianya 15 tahun, ibunya meninggal karena penyakit dan ayahnya pindah ke tempat penampungan tunawisma.
Murray lulus SMA hanya dalam dua tahun meskipun dia terbilang terlambat masuk sekolah menengah. Dalam menempuh studi, Murray mendapat beasiswa dari New York Times karena tergolong siswa miskin.
Sekarang Liz Murray bekerja sebagai pembicara profesional, yang mewakili Washington Speakers Bureau. (Ism)
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol