Pandemi, Keraton Yogyakarta Gelar Grebeg Maulud dengan Cara Berbeda

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 29 Oktober 2020 14:49
Pandemi, Keraton Yogyakarta Gelar Grebeg Maulud dengan Cara Berbeda
Biasanya Grebeg Mulud berlangsung meriah dan didatangi banyak orang dari berbagai daerah.

Dream - Situasi pandemi Covid-19 berdampak pada pelaksanaan tradisi Grebeg Maulud yang biasa digelar Kraton Yogyakarta. Acara menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW biasanya ditandai dengan keluarnya gunungan yang akan diperebutkan warga sekitar.

Melalui unggahan akun Twitter resmi @kratonjogja, diberitahukan bahwa tahun ini pihak Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat tidak akan melaksanakan secara terbuka Garabeg Mulud Tahun Jimakir 1954/2020 yang harusnya diadakan pada pagi ini Kamis, 29 Oktober 2020.

Meski tidak diadakan secara ramai dan terbuka seperti tahun-tahun sebelumnya, Kraton Jogja tetap melakukan penyesuaian prosesi. Gunungan tetap dibuat tapi dibagikan secara terbatas tanpa mengurangi esensi dan filosofi Garabeg sebagai bentuk konsistensi pelestarian budaya.

1 dari 5 halaman

Bentuk Rasa Syukur

Sebagai informasi, tiap tahun Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki serangkaian acara untuk merayakan Gunungan Mulud. Gunungan Mulud sendiri merupakan simbol raya syukur dan sedekah dari raja kepada rakyatnya.

" Setiap peringatan Maulid Nabi, Keraton Yogyakarta menggelar serangkaian agenda yang mencakup Miyos Gangsa, Kondur Gangsa dan Garebeg Mulud," tulis akun Twitter @kratonjogja, Kamis 29 Oktober 2020.

Untuk acara pelaksanaan tahun ini, dilakukan dengan rayahan Gunungan di tiga tempat yakni Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Kepatihan, dan Puro Pakualaman.

2 dari 5 halaman

Prosesi Pelaksanaan

Prosesi pembagian Ubarampe Gunungan dipimpin oleh KPHNotonegoro, nampak hadir pula KPH Yudonegoro, KPH Suryahadiningrat dan KPH Yudhahadiningrat dalam acara tersebut, menurut laporan langsung Twitter @Kratonjogja.

Setelah upacara pembukaan selesai, Garabeg Maulud akan diantar ke Kadipaten Puri Pakualaman dan Kepatihan Yogyakarta.

Uborampe Gunungan Gerebeb Mulud kali ini berisi Rengginang dan upil-upilan beraneka warna, yakni putih, hijau, merah, kuning, dan hitam.

Rengginang dan upil-upilan© Twitter @kratonjogja

Rengginang dan upil-upilan© Twitter @kratonjogja

 

3 dari 5 halaman

Rangkaian Acara Lainnya

Selain pembagian Uborampe Gunungan, sebagai bentuk sedekah raja dibagikan juga udhik-udhik yang berisi uang koin, bunga dan biji-bijian.

Undhik-undhik© Twitter @kratonjogja

4 dari 5 halaman

Acara kemudian ditutup dengan pembagian Uborampe Gunungan kepada media dan melakukan press conferences.

KPHNotonegoro.© Twitter @kratonjogja

 

5 dari 5 halaman

 

Beri Komentar