Respons Satgas Terkait Video Aliansi Dokter Dunia tentang Covid-19

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 29 Oktober 2020 13:30
Respons Satgas Terkait Video Aliansi Dokter Dunia tentang Covid-19
Prof Wiku Adisasmito memberikan klarifikasi dan menegaskan konten tersebut sebagai misinformasi.

Dream - Baru-baru ini viral sebuah video dari aliansi dokter dunia yang menyebut Covid-19 tidak nyata. Video ini, menurut sosok yang berbicara di dalamnya, dibuat pada 10 Oktober 2020.

Dalam video tersebut, beberapa dokter meyakini bahwa fakta yang diungkapkan selama ini soal data kapasitas rumah sakit dan hasil tes Covid-19 hanya dibuat-buat.

Menanggapi video itu, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, memberikan klarifikasi dan menegaskan konten tersebut sebagai misinformasi.

" Saya juga ingin melakukan klarifikasi terhadap video pernyataan aliansi dokter dokter dunia tentang Covid-19. Penting untuk diketahui bahwa konten yang disebarkan oleh kelompok aliansi dokter dunia masuk ke dalam kategori misinformasi," tegas Wiku dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Selasa, 27 Oktober 2020.

1 dari 3 halaman

Video Hoaks© Screenshot

Wiku menyebut ada tiga bentuk disinformasi terkait Covid-19.

" Pertama, misinformasi terhadap keyakinan yang bersifat umum. Ke dua, keyakinan terhadap teori konspirasi. Ke tiga, keyakinan dari agama," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Konten informasi dalam video Aliansi Dokter Dunia dapat diidentifikasikan sebagai misinformasi yang muncul dengan menyamakan Covid-19 dengan influenza.

" Penting untuk diketahui, penyebab dinamika transmisi dan akibat dari kedua penyakit tersebut sangat berbeda. Satgas Covid-19 mengingatkan kepada masyarakat, misinformasi dapat memengaruhi respons seseorang terhadap suatu informasi," jelas Wiku.

3 dari 3 halaman

Kredibilitas Informasi

Wiku menambahkan, masyarakat harus mengevaluasi kebenaran informasi yang diterima. Masyarakat diimbau mencari sumber informasi yang kredibel.

" Oleh karena itu, masyarakat harus mengevaluasi kredibilitas informasi yang diterima serta merujuk informasi tentang Covid-19 pada lembaga yang dapat dipercaya, seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO), Centers for Disease Control and Prevention (CDC)," papar Wiku.

" Khusus di Indonesia, tentunya sumber terpercaya diperoleh dari Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19," imbuh dia

Untuk jurnalis dapat melakukan konfirmasi informasi kepada pengamat, bisa tokoh masyarakat atau tokoh terpandang serta memiliki akses terhadap data dan informasi yang valid.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar