Tim SAR Melihat Benda Diduga Badan Pesawat Lion Air

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 2 November 2018 17:50
Tim SAR Melihat Benda Diduga Badan Pesawat Lion Air
TNI AL bantu pencarian kerangka dan ekor pesawat.

Dream - Anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali membawa dua kantong jenazah berisi meterial forensik penumpang pesawat Lion Air PK-LQP. Dua kantong jenazah itu dibawa ke Dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Dua kantong jenazah itu dibawa menggunakan kapal Basarnas. Saat dua kantong jenazah itu diletakkan di Dermaga, tampak beberapa anggota Tim Disaster Victim (DVI) Polri langsung memeriksanya.

Setelah itu, dua kantong jenazah itu dimasukkan ke dalam mobil ambulans milik Palang Merah Indonesia (PMI) dan dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diidentifikasi.

Di lokasi lain, Komandan Satuan Kapal Patroli Koarmada I TNI AL, Kolonel Laut (P) Salim, mengatakan, tim penyelam TNI AL sudah melihat adanya badan pesawat.

" Hari ini memasuki hari ke lima Satgas AL, SAR beserta gabungan lainya hari ini fokus pencarian pada kerangka ada potongan besar body, nose, mungkin ekornya," kata Salim di atas KRI Sikuda 863, Jumat 2 November 2018.

1 dari 1 halaman

DVI: Hasil Tes DNA Korban Lion Air JT610 Mungkin Keluar Sabtu atau Minggu Ini

Dream - Pada hari keempat proses identifikasi, sebanyak 255 data forensik masuk ke meja tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebanyak 43 data forensik tambahan yang dikirim dari Pangkal Pinang tiba pada Kamis, 1 November 2018.

" Yang 212 kita dapat dari RS Polri ini," ujar Wakil Kepala RS Polri, Kombes Pol Haryanto, Jumat, 2 November 2018.

Haryanto menyebut, hingga semalam sebanyak 65 kantong jenazah diterima RS Polri. Sebanyak 9 kantong jenazah yang baru masuk terdiri dari bagian tubuh dan properti penumpang Lion Air yang jatuh di Tanjung Karawang, 29 Oktober 2018.

" Ada material properti, (tapi) karena properti ini hampir tak melekat sehingga tak ada nilai identifikasinya," kata dia.

Haryanto mengatakan, saat ini Tim DVI baru memeriksa 152 sampel DNA keluarga. Tim DVI membutuhkan 37 sampel DNA dari keluarga.

Sementara, untuk hasil tes DNA, Kepala Operasi Tim DVI, Kombes Pol Lisda Cancer belum dapat memastikan kapan hasil tes DNA keluar dari laboratorium.

" Sabtu atau Minggu hasil mungkin keluar dari lab," ujar Lisda.

Lisda menyebut hasil tes DNA ini akan menjadi sandaran penting tim DVI untuk mengidentifikasi identitas penumpang Lion Air JT610.

Saat ini proses identifikasi penumpang Lion Air JT610 baru membuahkan satu identitas. Seorang penumpang bernama Jannatun Cintya Dewi, asal Sidoarjo berhasil diidentifikasi.

Beri Komentar