Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Liputan6.com)
Dream – Kabar baik untuk Indonesia dalam penanganan pandemik corona. Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan angka kesembuhan pasien secara kumulatif semakin menunjukkan peningkatan.
Jumlah pasien sembuh harian dari Covid-19 bertambah sebanyak 3.102 orang per 12 November 2020 sehingga totalnya menjadi 382.084 orang.
Angka kesembuhan harian tertinggi terjadi di DKI Jakarta sebanyak 1.054 kasus dan kumulatifnya menembus 106.100 kasus.
“ Jumlah kasus sembuh di Indonesia pada saat ini adalah 382.084 atau 84,5 persen, dimana kasus sembuh dunia menurun yaitu 69,93 persen,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito di Graha BNPB Jakarta, (12/11/2020).

Sementara itu, disusul oleh wilayah Jawa Barat dengan menyumbang angka kesembuhan sebanyak 524 kasus dan kumulatifnya mencapai 32.049 kasus. Kemudian Jawa Tengah menyumbang angka kesembuhan sebanyak 338 kasus dan kumulatifnya mencapai 31.937 kasus.
Sedangkan Jawa Timur menambahkan pasien sembuh harian sebanyak 243 orang dan kumulatifnya masih kedua tertinggi mencapai 49.542 kasus.
Maka dari itu, untuk menambah angka kesembuhan dan menekan angka pertambahan kasus aktif Covid-19, Prof Wiku mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan.
“ Kedisiplinan dalam protokol 3M dalam setiap kegiatan, termasuk berinteraksi dengan orang lain, adalah sebuah keharusan. Jadilah diri anda menjadi penggerak di lingkungan anda,” jelasnya.

Menanggapi PSBB transisi yang diterapkan di beberapa daerah, Wiku mengatakan bukan berarti daerah tersebut terbebas dari virus corona. PSBB diterapkan supaya perkembangan penanganan Covid-19 di daerah semakin baik, sehingga bisa menyumbang angka kesembuhan dan mencegah penularan.
“ PSBB transisi didasarkan pada perkembangan penanganan yang sudah lebih baik, tercermin dari menurunnya kasus positif, meningkatnya angka kesembuhan dan angka kematian yang dapat ditekan,” terang Wiku.
Menurutnya, meskipun masa PSBB transisi, seluruh kegiatan masyarakat harus tetap berpedoman pada protokol kesehatan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
“ Tahap PSBB transisi masyarakat tetap harus berpedoman pada 3M serta ketentuan lainnya bertujuan memutus mata rantai penularan.” tambahnya.
“ Jangan sampai luntur untuk mempertahankan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya