Asrama Haji Pondok Gede Ditetapkan Layak jadi Akomodasi Karantina Jelang Umroh

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 29 November 2021 18:00
Asrama Haji Pondok Gede Ditetapkan Layak jadi Akomodasi Karantina Jelang Umroh
Umroh akan dijalankan dengan skema satu pintu, didahului karantina di Asrama Haji sebelum berangkat.

Dream - Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, menyatakan Asrama Haji Pondok Gede dinyatakan layak menjadi akomodasi karantina calon jemaah umroh. Hal itu ditetapkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 usai meninjau fasilitas di Asrama Haji.

" Kesimpulannya, Asrama Haji Pondok Gede memenuhi syarat tempat karantika jemaah umroh Indonesia," ujar Hilman.

Hilman melanjutkan penggunaan Asrama Haji Pondok Gede untuk karantina calon jemaah jadi bagian dari skema penyelenggaraan umroh satu pintu selama pandemi. Karantina sendiri akan dijalankan sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci dan setelah tiba kembali di Tanah Air.

" Ini sebagai bagian dari upaya kita dalam pencegahan penyebaran Covid-19," kata dia.

Hilman juga menjelaskan jemaah harus dipastikan sehat sebelum berangkat dan setelah kembali. Skema satu pintu akan memudahkan proses pengawasan tersebut.

 

1 dari 5 halaman

Seluruh Fasilitas Sudah Memadai

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Saiful Mujab, mengatakan Satgas Covid-19 menyimpulkan kelayakan Asrama Haji Pondok Gede sebagai akomodasi karantina usai melakukan tinjauan lapangan. Seluruh fasilitas yang tersedia dinilai cukup memadai.

" Hanya perlu penambahan sejumlah informasi di areal asrama. Misalnya, tanda jalur keluar masuk, tanda penunjuk fasilitas, dan lainnya," kata dia.

Lebih lanjut, Saiful menyatakan nantinya pergerakan calon jemaah akan dipantau. Mulai dari kedatangan di Asrama Haji Pondok Gede hingga keberangkatan menuju Saudi.

" Alur pergerakannya sejak kedatangan jemaah dan keberangkatan, semua sudah dicek, dan semuanya sudah oke," terang Saiful, dikutip dari Kemenag.

2 dari 5 halaman

Saudi Bolehkan Jemaah Luar Negeri Sudah Vaksin Umroh, Harus Karantina 3 Hari

Dream - Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi menerbitkan aturan baru penyelenggaraan umroh setelah sempat ditutup. Jemaah dari luar negeri dibolehkan kembali melaksanakan umroh dengan syarat sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Aturan tersebut diumumkan pada Minggu, 28 November 2021 waktu setempat. Keputusan baru ini didasarkan atas rekomendasi terkini dari Kementerian Kesehatan Saudi.

Kepala Bidang Humas Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia, Limi Maria Goretti, menyampaikan terdapat tiga poin pokok dari keputusan yang diumumkan Juru Bicara Kementerian Haji Saudi, Hisyam Abdul Mun'im Said.

" Dosis lengkap vaksin Covid-19 menjadi syarat pertama dan utama penerbitan visa umroh," ujar Limi melalui keterangan tertulis.

Saudi telah mengakui vaksin Covid-19 yang direkomendasikan WHO. Tetapi, Saudi menerapkan dua kebijakan berbeda terhadap calon jemaah umroh sudah divaksin terkait karantina.

 

3 dari 5 halaman

Penerima Vaksin Disetujui Saudi Bebas Karantina

Menurut Limi, jemaah dengan visa umroh yang sudah divaksin dengan vaksin yang disetujui Saudi diizinkan langsung melaksanakan umroh. Jemaah kategori ini tidak perlu menjalankan karantina.

" Karantina tiga hari bagi jemaah dengan visa umroh yang divaksinasi dengan vaksin yang disetujui WHO dan tes PCR setelah 48 jam dimulainya karantina. Jemaah bisa langsung umroh bila hasil tes PCR negatif," kata Limi.

Dalam akun resmi Twitter @hsharifain, Saudi menyetujui beberapa jenis vaksin. Berikut daftarnya:

- 2 dosis Pfizer BioNTech atau Comirnaty;
- 2 dosis Oxford AstraZeneca, Covishield, SK Bioscience atau Vaxzevria;
- 2 dosis Moderna atau Spikevax;
- 1 dosis Johnson & Johnson.

4 dari 5 halaman

Kemenag Bahas Teknis Umroh dengan Kementerian Haji Saudi Usai Pencabutan Suspend

Dream - Arab Saudi resmi mencabut suspend atau penundaan penerbangan langsung dari Indonesia terhitung mulai 1 Desember 2021. Para WNI kini bisa terbang langsung ke Saudi tanpa perlu karantina 14 hari di negara ketiga dan tidak perlu booster vaksin.

Meski demikian, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag, Hilman Latief, mengatakan pencabutan suspend bukan berarti jemaah umroh Indonesia sudah bisa berangkat. Meski pencabutan tersebut juga berlaku untuk perjalanan umroh.

" Menindaklanjuti dicabutnya suspend penerbangan, Kementerian Agama RI dan Kementerian Haji Saudi akan membahas teknis penyelenggaraan umroh," ujar Hilman melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Hilman mengatakan masih ada proses persiapan yang harus dilakukan bersama otoritas Saudi. Antara lain terkait pendataan jemaah, paket layanan, dan pengurusan visa.

" Saya dan tim Konsul Haji KJRI Jeddah dijadwalkan hari ini (Minggu, 28 November 2021) membahas dan mendiskusikan skenario penyelenggaraan umroh bersama Kementerian Haji dan Umroh Saudi," kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Hilman mengungkapkan pihaknya akan menjelaskan kesiapan Indonesia dalam memberangkatkan jemaah umroh. Juga memberikan penjelasan terkait skenario penyelenggaraan umroh di masa pandemi.

Ditjen PHU sendiri telah menyusun skenario tersebut. Cakupannya antara lain one gate policy (kebijakan satu pintu), skema karantina, validasi sertifikat vaksin dan hasil PCR, manasik umroh di masa pandemi, dan beberapa lainnya.

" Dengan Kementerian Haji Saudi, kita juga akan bahas skema dan durasi waktu karantina di Saudi, proses pengurusan visa, paket layanan, termasuk jadwal pergerakan dan masa tinggal jemaah selama di Tanah Suci," terang Hilman.

Lebih lanjut, dia berharap skenario bersama ini bisa segera disepakati. Dengan begitu, dapat menjadi panduan bagi pemerintah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), dan juga jemaah dalam pelaksanaan umroh.

" Semoga jemaah umroh Indonesia bisa segera mengobati kerinduannya untuk ziarah ke Tanah Suci," ucap Hilman.

Beri Komentar