Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sebanyak 75 jemaah haji Indonesia jalur khusus mendapat pelayanan tidak layak. Mereka mendapat penginapan ala kadarnya yang terletak di Syuqiyah. Jaraknya 14 kilometer dari Masjidil Haram.
Inspektur Jenderal Kementerian Agama M Jasin, menyentil pelayanan yang diberikan oleh biro perjalanan kepada para jemaah haji khusus ini. Sindiran itu dia tulis di akun Twitter @Kemenag_RI.
“ Layanan haji reguler saja bisa memberikan hotel bintang lima, masak PIHK tidak mampu, padahal bayar lebih mahal,” tulis Jasin melalui akun Twitter @Kemenag_RI, diakses pada Kamis, 8 September 2016.
Para jemaah haji tersebut berangkat menggunakan jasa biro travel PT HPW. Mereka sempat dijanjikan menginap di hotel bintang lima Movenpick. Faktanya, mereka terpaksa menginap di apartemen dengan satu kamar berisi sekitar 12 orang.
Kasubdit Pembinaan Haji Khusus Kemenag, Iwan Dartiwan, mengatakan, sebetulnya Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah memberikan sejumlah teguran kepada biro travel ini. Sebab, PT HPW bukan pertama kali melakukan pelanggaran.
Dia menjelaskan, PT HPW sebelumnya telah mendapat sanksi berupa teguran. PT HPW pun telah melakukan pergantian pengurus. Atas kasus ini, Iwan berjanji akan menindaklanjuti peran PT HPW sekembalinya ke Indonesia.
" Terhadap PIHK yang nakal, akan kami lakukan klarifikasi dan apabila terbukti, kami lakukan tindakan mulai teguran sampai pencabutan izin operasionalnya," ucap dia kepada Dream.
Sebanyak 75 calon jemaah haji yang tertipu pelayanan haji khusus PT HPW diharuskan membayarkan biaya haji khusus sebesar US$10.000, setara Rp131 juta hingga US$12.000, setara Rp157 juta.
Alih-alih mendapatkan fasilitas memadai, 75 calon jemaah haji itu malah mendapatkan fasilitas ala kadarnya.
Di akhir 2013 PT HPW pernah melakukan kecurangan serupa. Mereka menjanjikan penginapan hotel bintang lima kepada para jemaah umrah Rahmatan Lil' Alamin dari Jakarta.
Para jemaah umrah tersebut berangkat pada 3 Desember 2013. Tetapi, sesampainya di Tanah Suci para jemaah hanya mendapatkan hotel bintang tiga.
Di pertengahan 2014, PT HPW juga kembali membuat ulah. Sebanyak 36 calon jemaah gagal menunaikan ibadah haji di tahun itu. Mereka terlantar dan tidak mendapatkan kejelasan nasib.
Menurut Ketua Umum Penyelenggara Haji, Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) Hafizd Taftazani, kesalahan anggota Asphurindo, PT HPW telah diselesaikan dengan cepat. Mereka langsung memperbaiki kesalahan yang terjadi.
“ Kami sudah telusuri ternyata ada kesalahpahaman antara jemaah dengan penyelenggara. Sudah langsung diperbaiki oleh pimpinan penyelenggara PT HPW. Seluruh jemaah langusng dipindahkan ke tempat yang layak,” kata Hafizd di laman bisnissyariah.co.id.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya