Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Perempuan Yang Lahir Tepat 1 Januari 2018 Itu Mendapat Komentar Rasis (Foto: The Independent)
Dream - Presiden Austria Alexander Van der Bellen harus turun tangan dan membela seorang bayi yang baru dilahirkan di sebuah rumah sakit di Wina, Senin, 1 Januari 2018. Kondisi ini disebabkan foto bayi bernama Asel Tamga mendapat serangan komentar rasis.
Bayi perempuan yang dijuluki " bayi pertama di 2018" ini mendapat kesempatan diabadikan fotonya oleh pihak rumah sakit. Dalam foto itu tampak Asel berada di pelukan sang ibu yang mengenakan hijab.
Alih-alih mendapat sambutan dan ucapan yang baik, kisah lahirnya Asel justru disambut ratusan komenter anti-Islam dan rasis.
Dilaporkan The Independent, Van der Bellen, pimpinan kelompok sayap kiri Austria, mengunggah foto tersebut pada Sabtu, 6 Januari 2018 dengan memberikan komentar," Selamat datang, Asel sayang!" .
Dia juga membubuhkan kutipan dari Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia," Seluruh umat manusia dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan hak."
Tetapi, unggahan itu justru memancing kelompok anti-Islam berkomentar.
Sekretaris Jenderal Katholik Roma Caritas Klaus Schwetner pun turut berkomentar mengenai " kekerasan" yang diterima Asel.
" Pada jam-jam awal hidupnya, gadis manis ini telah menjadi target komentar penuh kebencian dan kekerasan," kata Schwetner,
" Ini adalah dimensi kebencian maya yang baru, yang menargetkan bayi yang baru lahir, yang tidak bersalah," ucap dia menambahkan.
Salah satu komentar tak pantas yang muncul yaitu mengharapkan kematian bayi mungil itu. Selain itu ada pula yang berharap bayi perempuan itu segera dideportasi.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya