Bendungan Mosul Irak, Bendungan Paling Bahaya di Dunia

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 20 Agustus 2014 06:31
Bendungan Mosul Irak, Bendungan Paling Bahaya di Dunia
Jika sampai jebol, bendungan ini akan mengirim gelombang air setinggi 20 meter ke kota Mosul yang dihuni 1,7 juta jiwa.

Dream - Bendungan Mosul adalah yang terbesar di Irak dan merupakan situs strategis yang menyediakan air dan listrik ke lebih dari satu juta jiwa di utara negara itu.

Anggota militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang kemudian berubah menjadi Islamic State (IS), menguasai bendungan Mosul pada 7 Agustus. Namun pejuang Kurdi Peshmerga dengan dukungan serangan udara Amerika Serikat berhasil merebutnya kembali pada Minggu kemarin.

Selesai dibangun pada 1984, struktur bangunan bendungan Mosul mengalami masalah sehingga pasukan insinyur AS menyebutnya, bendungan paling berbahaya di dunia. Namun tuduhan tersebut ditolak oleh pemerintah Irak.

Bendungan Mosul dibangun di atas tanah yang gampang larut dalam air sehingga harus terus diperkuat untuk mencegahnya runtuh. Jika sampai jebol, bendungan ini akan mengirim gelombang air setinggi 20 meter ke kota Mosul yang dihuni 1,7 juta jiwa.

Bendungan terletak di Sungai Tigris, sekitar 50 kilometer utara kota Mosul. Bendungan ini mampu memasok hingga 1.010 megawatt listrik, menurut BBC yang mengutip pernyataan Komisi Pengurus Bendungan dan Waduk Irak.

Namun menurut sebuah studi pada 2007 oleh inspektur AS, listrik yang dihasilkan tak lebih dari 750 megawatt yang mampu memasok daya untuk 675.000 rumah di Irak.

Bendungan yang mampu menahan lebih dari 12 miliar meter kubik air ini juga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air minum dan irigasi di seluruh provinsi Nineveh. Selain itu juga menjadi bagian dari sistem pengendalian banjir di daerah itu.

Menurut sebuah studi investasi OECD pada 2010, bendungan yang menjadi salah satu proyek prestisius mantan presiden Irak Saddam Hussein ini merupakan yang terbesar keempat di Timur Tengah.

Bendungan ini memiliki panjang 3,4 kilometer dan berdiri dengan ketinggian 113 meter. Konstruksi ini membutuhkan sekitar 37,7 juta meter kubik material, terutama tanah dan beton.

Menurut penelitian yang disajikan OECD, struktur bangunan bendungan Mosul tidak stabil karena dibangun di atas lapisan tanah gipsum dan batu kapur yang mudah terkikis oleh arus air. Sehingga akan terbentuk rongga bawah tanah.

Rongga-rongga itu harus diisi secara terus-menerus dengan nat yang pada 2007 diperkirakan mencapai 200 ton per tahun. 

Sejak menginvasi Irak pada 2003, Amerika Serikat telah menginvestasikan lebih dari US$30 juta untuk pengawasan dan pemeliharaan bendungan oleh personel Irak, kata BBC.

Para pejabat Irak membantah laporan AS tentang bahaya bendungan Mosul. Saat itu manajer bendungan mengatakan kepada AFP bahwa 'struktur keseluruhan masih bagus'.

Laporan OECD tiga tahun kemudian tetap menyimpulkan bahwa 'kebutuhan rekonstruksi total tidak dapat dikesampingkan'. (Ism)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik