Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Hasrat orangtua adalah selalu memberikan perlindungan dan pertolongan untuk anak-anaknya. Tapi hal itu tentu tak bisa dilakukan terus menerus. Kita juga perlu melatih anak untuk berusaha keras dengan kemampuannya sendiri.
Mengalami kegagalan lalu mencoba lagi, dan tetap berusaha merupakan hal yang tak bisa dilatih dalam satu dua hari. Mereka yang bermental tangguh terbiasa dengan lingkungan yang penuh motivasi sejak kecil.
Para guru biasanya sangat andal membentuk hal ini. Terutama ketika mereka memotivasi anak muridnya di kelas untuk mencapai nilai yang tinggi dan prestasi tertentu. Tak ada salahnya untuk meniru trik para guru saat memotivasi murid-muridnya jadi bermental tangguh.
Bagaimana caranya? Ucapan ini kerap kali dilontarkan para guru. Layak Anda tiru!
1. 'Itu memang sulit, tapi bapak/ ibu guru tahu kamu bisa menyelesaikannya'
Biasanya ini dilontarkan ketika para murid dihadapkan dengan soal pelajaran dengan materi yang sulit. Memupuk kepercayaan diri anak-anak sangat penting agar mereka berusaha keras menyelesaikan masalah yang rumit. Ucapan tersebut semacam afirmasi positif bagi anak-anak.
2. " Bapak/ ibu guru ingin kalian mencoba, tapi jika tak bisa silakan bertanya/ minta bantuan'
Ada anak-anak yang cenderung tak mau mencoba hal-hal yang penuh tantangan. Mereka biasanya selalu berada di zona nyaman. Untuk membentuk anak bermental tangguh tentu harus membuatnya mencoba berbagai hal baru. Kalimat tersebut bisa Anda lontarkan agar buah hati lebih berani.
3. " Kakak/ adik ingat ketika belajar sepeda, jatuh berkali-kali?"
Saat mempelajari hal baru, misalnya pelajaran yang rumit, belajar berenang, kalah dalam pertandingan, anak akan mengalami kesulitan atau kegagalan. Hal itu kadang membuat mereka kelelahan secara fisik dan psikologis. Untuk memotivasinya lagi, ingatkan buah hati sebuah momen di mana mereka.
Sumber: Fatherly
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya