Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Pemprov DKI Jakarta berencana mengizinkan pengelola bioskop untuk kembali beroperasi di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meski rencana ini sudah diumumkan ke publik, hingga saat ini belum ada satupun pengelola bioskop yang mengajukan izin operasi kembali.
Kepala Bidang Industri Pariwisata, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Bambang Ismadi, meperkirakan para pengelola bioskop baru akan mengajukan permohonan buka kembali pekan depan.
" Saya prediksi pengajuan permohonan paling cepat hari Rabu, karena mereka diperkirakan hari ini baru berkoordinasi jajarannya dengan menyusun draft permohonan," ujar Bambang, dikutip dari Liputan6.com.
Bila permohonan diajukan, kata Bambang, lembaganya akan mempelajari lebih dulu proposalnya dan memanggil pihak pengaju. Ini agar diketahui rencana yang akan dijalankan pengelola bioskop terutama dalam hal penerapan protokol kesehatan.
" Selanjutnya tim akan menilai atau memberikan masukan atau saran-saran kepada yang bersangkutan untuk memperbaiki protokol kesehatan bila memang diperlukan (diberi waktu sekitar 3 hari untuk perbaikan)," kata Bambang.
Setelah itu, pihaknya melakukan survei lokasi dan meminta pihak pengelola melakukan simulasi pelaksanaan protokol kesehatan. Setelah mendapat persetujuan, masyarakat dapat datang dan meninjau simulasi operasional yang diterapkan.
" Masyarakat dapat menyampaikan saran-saran kepada manajemen maupun tim agar protokol kesehatan dapat dikontrol lebih baik lagi atau diperbaiki," kata dia.
Sumber: Liputan6.com/Ika Defianti.
Dream - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pengkajian mendalan untuk mematangkan kemungkinan pembukaan bioskop di tengah pandemi Covid-19. Keduanya bertemu pada Rabu, 26 Agustus 2020 dan sepakat membuat persiapan lebih matang mengenai rencana pembukaan kembali bioskop.
" Hari Rabu kami bertemu karena kajian oleh Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 telah selesai dilakukan. Hasil kajian itu diharapkan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan," ujar Doni Monardo, melalui keterangan tertulis.
Anies akan menyiapkan protokol kesehatan sebelum pembukaan bioskop. Sehingga sebisa mungkin pembukaan bioskop tidak membuat jumlah penularan Covid-19 meningkat.
Doni mengaku sebelumnya sempat meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menunda pembukaan kembali bioskop pada Juli lalu. Sebab, Satgas merasa perlu melakukan kajian lebih dulu atas rencana tersebut.
Doni berharap, bioskop tidak menjadi sebab peningkatan angka penularan Covid-19. Pemerintah ingin agar para pelaku industri kreatif yang sudah hampir enam bulan tidak beoperasi bisa kembali beraktivitas namun tetap aman.
" Pemerintah sangat sadar bahwa perintah konstitusi untuk melindungi keselamatan segenap warga tidak hanya terbatas melindungi dari ancaman Covid-19, tetapi juga jangan dari ancaman ekonomi," jelas Doni.
Dia juga meminta agar pembukaan kembali bioskop direncanakan secara matang dan diawasi secara ketat. Dia mengingatkan pesan Presiden Joko Widodo untuk menyeimbangkan antara rem dan gas dalam penanganan Covid-19.
" Kita tahu industri film dan bioskop memberikan dampak ekonomi yang besar, tetapi jangan sampai juga mengorbankan masalah kesehatan," tegas Doni.
Doni meminta Gubernur DKI mengambil tindakan tegas kepada mereka yang melanggar protokol.
" Masyarakat tentunya bisa juga menjadi pengawas. Apabila melihat ada pelanggaran protokol yang dilakukan pengelola bioskop, silakan laporkan ke Satgas, maka kami akan mencabut izin dari bioskop yang melanggar protokol itu," tegas Doni.
Sementara, Anies mengatakan Pemprov DKI telah melakukan berbagai kajian, termasuk melihat protokol yang diterapkan di negara lain. Salah satunya protokol yang dijalankan Cinemasafe di Amerika Serikat seperti pemesanan tiket harus online dan sepanjang pertunjukan penonton tidak boleh membuka masker.
Jumlah penonton pun dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas dengan ada jarak antara satu dengan yang lain. Filtrasi udara harus dibuat sebaik mungkin agar tidak menimbulkan penularan.
" Studi yang dilakukan oleh Technical University of Berlin membandingkan auditorium bioskop dengan ruang perkantoran untuk risiko penularan Covid-19. Studi ini menyimpulkan dua faktor yang membuat bioskop lebih aman adalah karena penonton bioskop lebih sedikit berbicara dan sistem ventilasi yang berbeda," kata Anies.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam