Gempa Banten Belum Puncak, Potensi Maksimal Magnitudo 8,7

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 3 Agustus 2019 11:36
Gempa Banten Belum Puncak, Potensi Maksimal Magnitudo 8,7
"Potensi itu tidak bisa diperkirakan dan kapan saja bisa terjadi," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

Dream - Gempa bumi bermagnitudo 6,9 --sebelumnya tercatat bermagnitudo 7,4-- di Banten belum mencapai puncaknya. Diperkirakan, gempa di wilayah tersebut berpotensi mencapai magnitudo di atas 7,0.

“ Kalau melihat hasil hitungan potensi gempa, ini belum puncaknya, karena potensi maksimal dapat mencapai magnitudo 8,7,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 3 Agustus 2019.

“ Potensi itu tidak bisa diperkirakan dan kapan saja bisa terjadi,” tambah dia.

Daryono menambahkan, perlu menduga di sebuah kawasan subduksi aktif yang tidak pernah terjadi gempa. Sebab, bisa saja kawasan tersebut sedang terjadi proses akumulasi medan tegangan, di mana ada proses penumpukan energi yang terkandung dalam kulit bumi.

Sebelumnya, Daryono menjelaskan bahwa BMKG mencatat ada enam subduksi atau penujaman lempeng di Indonesia. Keenam subduksi itu dapat dirinci kembali menjadi 16 segmen megatrust.

Menurut Daryono, megatrust ini berpotensi untuk memicu gempa besar di atas magnitudo 7. " Bisa memicu gempa besar di atas 7 magnitudo. Ini kenyataan kondisi tektonika Indonesia," kata dia, akhir Juli 2019.

1 dari 5 halaman

Sesar Aktif dan Mitigasi

Daryono menyebut, Indonesia memiliki banyak sesar aktif. Dari sekian banyak sesar aktif tersebut, sebagian berada di daratan. Sesar aktif di daratan punya efek goncangan yang destruktif.

Daryono meminta masyarakat Indonesia selalu waspada. Berkaca pada Amerika Serikat dan Jepang, Daryono menyebut pentingnya mitigasi bencana.

" Di Amerika ada (lempeng) San Andreas tapi saat gempa kemarin tidak banyak yang meninggal," ucap dia.

Menurut Daryono, minimnya korban jiwa saat gempa bumi di Amerika karena budaya mitigasi bencana di sana telah berakar kuat.

" Jepang itu tidak ada yang aman gempa semuanya ada sesar aktif, tetapi pembangunan maju, ekonomi manju karena mereka mampu mengelola risiko (bencana) dengan baik," ucap dia.

2 dari 5 halaman

Gempa Banten 7,4 Tak Pengaruhi Aktivitas Pelabuhan Merak

Dream - Gempa bumi kembali melanda Indonesia. BMKG mencatat adanya gempa magnitudo 7,4 pukul 19.03 WIB di perairan Banten dengan kedalaman 10 Kilometer.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Imelda Alini, mengatakan gempa tidak berdampak pada Pelabuhan Merak. Hingga saat ini, operasional pelabuhan tetap berjalan.

" Operasional Pelabuhan dan kapal tetap berjalan normal," ujar Imelda melalui keterangan tertulis.

Imelda mengatakan pasca gempa pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah lembaga. Seperti BMKG, Basarnas, BPTD, KSOP, KSKP, Pol Air, Lanal Banten.

" Kami terus berkoordinasi dan tetap memonitor serta terus mengamati kondisi pasang surut air secara langsung dan sebagainya untuk memastikan kondisi tetap aman untuk aktivitas penyeberangan," kata Imelda.

3 dari 5 halaman

Video Kepanikan Warga Saat Gempa Magnitudo 7,4

Dream - Gempa Magnitudo 7,4 melanda perairan Banten, Jumat 2 Agustus 2019. Getaran terasa hingga sejumlah daerah di sebagian Pulau Jawa dan Sumatera.

Kepanikan terjadi di sejumlah tempat. Banyak masyarakat berhamburan, berusaha keluar gedung.

Seperti yang terjadi di Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Para pengunjung dan staf bandara berlari, berusaha keluar menuju ruang terbuka.

Demikian pula yang terjadi di pusat perbelanjaan Mall Cipinang Indah. Para pengunjung segera turun lewat eskalator untuk mengindari kemungkinan buruk yang terjadi.

Sementara di Pantai Anyer, gelombang laut mulai naik ke daratan. Warga pun berusaha mengungsi ke tempat lebih tinggi.

4 dari 5 halaman

BMKG Tunggu Tsunami Banten Sampai Pukul 21.35 WIB

Dream - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyebut belum menghentikan status ancaman tsunami.

Untuk itu, Dwikorita mengimbau masyarakat agar menjauh dari pantai. " Dan menuju ke tempat yang lebih tinggi," kata Dwikorita, Jumat, 2 Agustus 2019.

Dwikorita mengatakan, dalam pantauan BMKG, tsunami diperkirakan tiba pukul 19.35 WIB. Tetapi, meski saat ini belum ada laporan mengenai tsunami, BMKG masih menunggu.

Dwikorita mengatakan, akan terus menunggu kedatangan tsunami. 

" Masih mungkin terjadi fenomena yang tidak terduga. Sesuai SOP, kami menetapkan potensi tsunami dua jam pada kedatangan terakhir 19.35," kata dia. Artinya, BMKG menunggi sampai sekitar pukul 21.35 WIB. 

 

5 dari 5 halaman

Akan Terus Memantau

" Sampai saat ini, kami belum mengakhiri peringatan dini tsunami," ucap dia.

Rencananya, BMKG akan terus memantau kondisi pasca gempa. Status ancaman tsunami akan dilaporkan nanti pada pukul 21.35 WIB.

" Kami tunggu sampai waktu itu. Semoga tidak terjadi apa-apa," ujar dia.

Dwikorita meminta masyarakat tenang dan menjauh dari pantai. Serta mencari lokasi setinggi 10 meter ke atas.

" Pastikan sumber resmi hanya berasal dari BMKG," ucap dia.

Beri Komentar