Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sebuah Masjid Runtuh Akibat Gempa Yang Mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Rabu (7/12)
Gubernur Aceh menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari 7-20 Desember 2016
Dream- Data Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) merilis informasi terbaru mengenai jumlah korban meninggal dunia dalam gempa Aceh. Hingga pukul 15.00 WIB, BNPB mencatat 94 orang dinyatakan meninggal dunia.
Ke-94 korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 91 orang, Kabupaten Bireun 2 orang, dan Kabupaten Pidie 1 orang.
Sedangkan korban luka berat tercatat sebanyak 128 jiwa, terdiri dari 125 orang di Kabupaten Pidie Jaya dan 3 orang lainnya di Kapubaten Bireun. Selain itu, tercatat 411 orang dari Kabupaten Pidie Jaya dan 78 orang dari Kabupaten Bireun mengalami luka ringan.
"Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli," kata Kepala Pusat BNPB Pusat Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis, Rabu, 7 Desember 2016.
Hasil kaji cepat Pusdalops BNPB kerusakan akibat dampak gempa juga mencatat 161 rumah rusak berat, dan 105 ruko di Pidie Jaya serta bangunan publik lain, seperti 14 masjid, 1 sekolah dan 1 fasilitas kesehatan ikut roboh.
Untuk mempercepat proses dan kemudahan tanggap darurat bencana, Gubernur Aceh menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari 7-20 Desember 2016. Masa tanggap darurat ini berlaku untuk tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen. (Sah)