Bupati Sleman Positif Covid-19, Jubir Satgas: Kekebalan Belum Terbentuk Sempurna

Reporter : Ahmad Baiquni
Sabtu, 23 Januari 2021 11:30
Bupati Sleman Positif Covid-19, Jubir Satgas: Kekebalan Belum Terbentuk Sempurna
Sri Purnomo baru mendapatkan satu kali suntikan vaksin.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan kekebalan seseorang yang sedang dalam masa vaksinasi belum terbentuk sempurna. Di masa-masa anti body terbentuk, seorang penerima vaksin bisa saj atertular virus Sars CoV-2 penyebab Covid-19.

Pernyataan Wiku tersebut menjawab kejadian yang dialami Bupati Sleman, Sri Purnomo, yang positif Covid-19 padahal sudah menerima suntikan vaksin. 

" Seseorang yang sedang dalam proses vaksinasi, kekebalannya sedang dibentuk atau belum terbentuk sempurna. Apabila individu tersebut tanpa perlindungan 3M efektif, dapat tertular bila terpapar," ujar Wiku.

Menurut Wiku, penularan bisa terjadi pada seseorang dengan tingkat imunitas yang kurang baik. Bisa juga dialami seseorang yang baru menerima suntikan vaksin sebanyak satu kali.

Suntikan baru sekali membuat kekebalan dalam tubuh belum terbentuk. Sehingga diperlukan suntikan kedua agar imunitas bisa efektif melawan vaksin.

Wiku melanjutkan kondisi Purnomo dalam keadaan baik. Sang bupati kini tengah fokus pada pemulihan.

" Pak Bupati masih berfokus pada upaya treatment terlebih dahulu," kata Wiku.

1 dari 1 halaman

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hasyarto, mengatakan tidak ada kaitan antara vaksinasi denngan infeksi yang dialami Purnomo. Menurut dia, Purnomo terkena Covid-19 bukan dari vaksin yang telah disuntikkan.

" Bapak Bupati kondisinya positif (Covid-19) bukan karena divaksin," kata Joko.

Dia mengatakan justru vaksin yang disuntikkan dapat mengurangi gejala yang muncul. Meski begitu, Joko mengakui vaksin belum membentuk kekebalan pada tubuh Purnomo karena baru satu kali disuntikkan.

" Kalau baru sekali diberikan vaksin, belum memberikan efek kekebalan atau pembentukan anti bodi belum memadai. Sehingga harus diberikan booster atau suntikan kedua yang akan membentuk kekebalan secara optimal," kata dia.

Lebih lanjut, Joko mengatakan Purnomo punya aktivitas yang sangat intens dan mengharuskan bertemu banyak orang. Hal itu membuka peluang penularan Covid-19.

" Aktivitas Bapak Bupati yang tinggi dan bertemu dengan banyak tamu dimungkinkan tertular dari aktivitas tersebut," kata dia.

Purnomo menjalani suntikan vaksin Covid-19 pada 14 Januari 2021. Dia dijadwalkan mendapat suntikan kedua pada 28 Januari 2021.

Sumber: Merdeka.com/Supriatin

Beri Komentar