Covid-19 Meninggi, Menag Imbau Masyarakat Kembali Beribadah di Rumah

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 11 September 2020 11:30
Covid-19 Meninggi, Menag Imbau Masyarakat Kembali Beribadah di Rumah
Masyarakat di zona merah diharapkan membatasi kegiatan di luar rumah.

Dream - Perkembangan kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan. Tingkat penularan Covid-19 di syarat terus meninggi.

Menghadapi kenyataan tersebut, Menteri Agama, Fachrul Razi, mengimbau masyarakat yang berada di zona merah untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Juga kembali beribadah di rumah.

" Kami imbau, umat yang tinggal di kawasan dengan kasus positif Covid-19 yang tinggi, agar sementara membatasi aktivitas di luar, serta beribadah di rumah dulu," ujar Fachrul.

Fachrul mengajak umat beragama menjadi teladan dalam mematuhi protokol kesehatan. Dia mengingatkan tugas dari hamba Tuhan yaitu mewujudkan keselamatan bagi sesama.

" Karenanya, kepatuhan dan disiplin terhadap protokol kesehatan harus diyakini sebagai bagian dari wujud pelaksanaan ajaran agama. Teladan itu akan memberi kontribusi besar dalam menghadapi pandemi Covid-19 di negeri kita," kata Fachrul.

1 dari 5 halaman

Ajak Umat Beragama Jadi Teladan

Fachrul mengambil contoh kisah sejarah penduduk Syam yang patuh pada pesan Gubernur Amru bin Ash RA saat wabah Tha'un melanda. Kala itu, Amru bin Ash mengibaratkan wabah seperti jilatan api yang bisa membakar siapa saja.

Amru bin Ash kemudian mengingatkan penduduk Syam untuk menjauhi dan melindungi diri dari wabah. Arahan itu dipatuhi penduduk hingga wabah Tha'un menghilang.

" Mari, sama-sama kita patuhi arahan Pemda dan Gugus Tugas. Semoga pandemi ini segera berakhir," kata Fachrul.

Imbauan tersebut juga banyak disampaikan oleh para tokoh agama. Fachrul mengatakan mematuhi anjuran tokoh agama maupun Pemerintah merupakan bentuk dari kesalehan sosial.

" Sebagai umat beragama, kita perlu mengutamakan menjaga keselamatan jiwa atau hifdzu an nafs. Menjaga keselamatan jiwa merupakan salah satu substansi dan kewajiban utama dalam beragama," kata Fachrul.

Sumber: Kemenag.

2 dari 5 halaman

7 Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jakarta Penuh 100 Persen

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengatakan tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta penuh. Ketujuh rumah sakit tersebut sudah tidak memiliki kapasitas lagi untuk menampung pasien Covid-19 baru.

" Tujuh dari 67 rumah sakit rujukan Covid-19 penuh 100 persen. ICU (Intensive Care Unit) dan isolasinya penuh 100 persen," ujar Wiku, dikutip dari Liputan6.com.

Sementara, kapasitas ruang isolasi dan ICU di 46 rumah sakit rujukan lain terisi di atas 60 persen. Sisanya, kapasitas di 14 rumah sakit terisi di bawah 60 persen.

Untuk mengantisipasi hal itu, Wiku mengatakan Pemerintah menyiapkan ribuan tempat tidur di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Tetapi, pasien yang didistribusikan ke rumah sakit ini adalah pasien dengan gejala ringan dan sedang.

" Jumlah kamar yang ada pada saat ini 2.700 tempat tidur dan terisi 1.600. Jadi masih ada 1.100 tempat tidur untuk perawatan pasien dengan status sedang dan ringan," kata Wiku.

Data Satgas Covid-19 mencatat DKI Jakarta memiliki jumlah pasien Covid-19 sebanyak 50.671 orang. Sebanyak 38.228 pasien dinyatakan sembuh, sementara 1.351 orang meninggal dan sisanya sedang menjalani perawatan.

(Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Menko Airlangga Sarankan Jam Kerja Kantor Lebih Fleksible

Dream - Penyebaran virus Corona di Indonesia semakin meningkat. Pemerintah mengimbau agar perkantoran segera menerapkan jam kerja flexible bagi para pegawainya, guna menekan persebaran virus Corona.

" Kalau pekerja di perkantoran tetap dipersiapkan flexible working. Jadi ada yang kerja di rumah, ada yang kerja di kantor. Tentu presentasenya akan ditentukan," ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dalam siaran pers daring BNBP Indonesia, Kamis 10 September 2020.

Sebagai upaya mendorong penyebaran Covid-19 di DKI, pemerintah juga akan melaksanakan operasi sebagai upaya pengetatan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Operasi tersebut juga akan dilakukan di gedung perkantoran.

" Ini juga termasuk di perkantoran," jelasnya.

4 dari 5 halaman

Sementara itu, pegawai yang bekerja di instansi pemerintah akan ada penerapan sistem kerja. Work from home (WFH) akan diberlakukan kembali.

" Untuk pekerja di kantor pemerintah tetap berjalan sesuai dengan peraturan yang akan diterbitkan oleh Kemenpar-RB, sehingga pemerintah dapat menerapkan work from home (WFH) dan work from office (WFO)," tambahnya.

5 dari 5 halaman

Terkait isu rumah sakit yang mulai penuh untuk pasien Corona, pemerintah menegaskan akan meningkatkan fasilitas kesehatan.

" Pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap perkembangan situasi dan akan selalu meningkatkan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan," tegasnya.

Selain itu, Airlangga juga berharap setiap sektor produktif harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan agar dapat menekan persebaran virus.

" Kegiatan-kegiatan produktif dilakukan dengan protokol-protokol kesehatan yang ketat dan pemerintah terus mendorong sektor-sektor produktif tetap berjalan dan tetap menjaga protokol Covid," imbuh Airlangga.

Beri Komentar