Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Jokowi (kanan) Disambut Raja Salman Bin Abdulazis Di Riyadh, Arab Saudi (Instagram/Setkab)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato di depan para pemimpin tinggi dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika di Riyadh, Arab Saudi. Jokowi menyampaikan keprihatinannya mengenai dampak konflik dan terorisme terhadap umat Islam.
"Umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik dan radikalisme terorisme," kata Jokowi saat berpidato di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, sebagaimana dikutip Dream dari laman setkab.go.id, Senin 22 Mei 2017.
Untuk itu, kata Jokowi, KTT Arab Islam Amerika bermakna penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat. Serta, menghilangkan stigma bahwa Islam merupakan musuh Amerika Serikat.
“Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia,” ujar dia.
Jokowi berpesan kepada para pemimpin dunia untuk menangani konflik dan terorisme yang merajalela, tidak hanya dengan kekuatan militer dan senjata saja. Perlu pendekatan 'soft-power' untuk menghindarkan masyarakat dari ide terorisme, misalnya mengajak warganet muda untuk menyebarkan pesan-pesan damai.
“Kami juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran,” ucap dia.
Selain menyoroti isu dan perkembangan terorisme, Jokowi juga meminta dunia memperhatikan korban atas serangan teror dan konflik di Irak, Yaman, Suriah, dan Libya. Sebab, banyak di antara korban merupakan remaja dan anak-anak.
KTT Arab Islam Amerika diikuti oleh 55 negara. Beberapa pemimpin dunia yang hadir yaitu, Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud; Presiden Amerika Serikat, Donald Trump; Sultan Brunei, Sultan Hassanal Bolkiah; Raja Jordan, Raja Abdullah II.
Ada pula Presiden Mesir, Abdelfattah Said Al-Sisi; Presiden Palestina, Mahmoud Abbas; Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani; dan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS