Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Melewati Akses Pengecekan Warga (Foto: Twitter @ganjarpranowo)
Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengecek kesiapan sejumlah desa dalam menghadapi pemudik. Dia mengendarai sepeda motor berkeliling sejumlah wilayah pada Minggu 5 April 2020.
Dalam perjalanan itu, Ganjar dan rombongan sempat tertahan di Desa Trisobo, Kendal. Rombongan itu didata oleh warga. Peristiwa itu diunggah ke Twitter oleh akun @jatengpedia.
" Namanya siapa, Pak?" kata petugas.
" Ganjar Pranowo," kata Ganjar.
Desa2 di Jateng teges, tak peduli gubernur, mau masuk tetep dicegat.
Namanya siapa?
Ganjar Pranowo
(trus bingung) ???? pic.twitter.com/kyPCu5aJ1a— #JatengLawanCorona (@jatengpedia)April 5, 2020
Menurut laman Swara Kendal, Ganjar meninjau karantina Covid-19 yang disiapkan pihak pemerintah Desa Trisobo. Menurut Plt Kepala Desa Trisobo, Suwondo, saat ini ada 10 pemudik yang tiba di desa itu dan menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Tim kesehatan desa tetap melakukan piket 24 jam untuk mengecek kondisi para pemudik tersebut. Pemerintah desa setempat juga menyiapkan dua tempat isolasi untuk para pemudik.
“ Ke 10 pemudik yang sudah terlanjur tiba di Desa Trisobo hingga hari ini kondisinya masih baik dan belum ada yang mengeluh mengalami gejala seperti gejala Covid-19,” kata Suwondo.
Selain Desa Trisobo, Ganjar juga mengunjungi Desa Pacet, Batang. Di sana Ganjar menemui sejumlah pemudik dari Jakarta yang dikarantina di sebuah rumah milik pemerintah desa selama sepekan.
" Ini kawan-kawan kita yang baru pulang dari Jakarta. Mereka sudah dikarantina di desa," ucap Ganjar.
Ganjar mengatakan, meski dikarantina, para pemudik itu juga masih bisa berolah raga dan mencari rumput. " Tidak ada yang merasakan stres," ujar dia.
Ganjar menitip pesan kepada seluruh kepala desa untuk memantau betul para pemudik yang memasuki wilayahnya. " Dan yang belum mudik, kami berharap keluarganya melarang mereka untuk mudik. Kalau tetap mudik, akan kami karantina selama 14 hari," ucap dia.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya