Anies Baswedan Serahkan Uang Terakhir dari Almarhum Naufal

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 2 April 2019 18:02
Anies Baswedan Serahkan Uang Terakhir dari Almarhum Naufal
Naufal selalu berikan gajinya untuk sang ibu.

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menemui Elly, ibunda pekerja Penanganan Prasaran dan Sarana Umum (PPSU) Naufal Rosyid di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Anies memberikan uang `titipan` untuk Elly. " Alharhum Naufal masih bujang, dia tinggal bersama ibunya dan bekerja untuk ikut menghidupi keluarganya. Ibunya menuturkan bahwa gaji Naufal selalu diserahkan padanya," kata Anies, Selasa, 2 April 2019.

Saat kesempatan itu, Anies memberikan santunan senilai Rp196 juta dari BPJS Ketenagakerjaan untuk Elly. Naufal menetapkan Elly sebagai ahli warisnya.

" Pagi ini Ibu Elly menerima titipan uang yang terakhir dari almarhum Naufal. Kita tahu, sebesar apapun santunan, ia tak pernah bisa menggantikan seorang anak yang lahir dari rahimnya," ucap dia.

Anies mengatakan, seluruh pekerja di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan. Iuran bulanan dibayar oleh pemprov.

" Kami ingin semua bisa bekerja dengan tenang. Jika kita memikirkan para pekerja, maka para pekerja bisa menunaikan tugas dengan tengan dan keluarganya bisa tentram terjamin," ucap dia.

1 dari 3 halaman

Korban Tabrak Lari

 Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut menandu keranda Naufal Rosyid

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ikut menandu keranda Naufal Rosyid (Foto: Facebook)

Naufal dilaporkan mengalami tabrak lari pada di bawah jalan layang Pasar Rebo, Selasa subuh, 26 Maret 2019. Dia ditemukan oleh kawan kerjanya pukul 05.30 Wib.

Naufal sempat dilarikan ke rumah sakit Pasar Minggu. Dokter mengoperasinya karena pendarahan di otak.

Tapi tindakan medis itu tak mampu menolong pahlawan kebersihan itu. Naufal meninggal dunia.

Anies turut menyampaikan doa untuk Elly. " Bu Elly, Insya Allah Almarhum Naufal pulang duluan untuk membukakan pintu jannah bagi ibunya," ujar dia. 

2 dari 3 halaman

Gotong Jasad Tukang Sapu, Anies Baswedan Tulis Pesan untuk Pelaku Tabrak Lari

Dream - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bertakziah ke rumah duka Naufal Rosyid, petugas kebersihan yang wafat karena ditabrak pemotor di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Pada unggahan foto di akun Isntagram, Anies terlihat turut memanggul keranda jenazah Rosyid. Anies terlihat pada bagian depan, mengenakan busana dan peci hitam.

Bersama Anies, terlihat para petugas kebersihan berseragam oranye. Mereka juga turut memikul keranda yang berisi jasad Naufal Rosyid. Mereka melewati gang sempit.

Naufal Rosyid meninggal akibat ditabrak pada Selasa Subuh, 26 Maret 2019. Pada Subuh itu, Naufal Rosyid telah bertugas untuk membersihkan jalanan. Namun nahas, di bawah jembatan layang Pasar Rebo itu, dia ditabrak. Sang pelaku melarikan diri.

Tubuh Naufal Rosyi kemudian ditemukan oleh rekan-rekan kerjanya. Kondisinya kritis, sehingga dilarikan ke rumah sakit.

Naufal harus menjalani sejumlah operasi karena mengalami pendarahan di otak. Namun sayang, nyawa Naufal tidak bisa diselamatkan. Dia akhirnya meninggal dunia.

Melalui unggahan itu pula, Anies mengirim pesan menggetarkan untuk pelaku tabrak lari ini. Berikut pesan lengkap Anies Baswedan:

3 dari 3 halaman

Pesan Anies untuk Penabrak

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.⁣
⁣
Hai kau pengemudi motor. Ketahuilah petugas penyapu jalan yang kau tabrak itu hari ini dikuburkan. Kau tabrak dia hari Selasa Subuh, 26 Maret. Lalu kau lari. Kau tega meninggalkan anak manusia terkapar tak berdaya di jalan raya. ⁣
⁣
Naufal Rosyid ditemukan terkapar di tepi jalan. Masih dengan sapu dan seragamnya. Di bawah jalan layang Pasar Rebo. Tak sadarkan diri. Pukul 5.30 pagi dia ditemukan oleh kawan kerjanya. ⁣
⁣
Pagi itu sejak masih gelap. Naufal, anak umur muda 24 tahun ini sudah berada di jalan raya. Dia dan puluhan ribu petugas sejak pukul 3 pagi sudah bangun. Mereka yang paling berpeluh memastikan jalanan bersih. Demi kenyamaan jutaan orang melintas menuju kerja. Jika ada yg kebetulan tersisa, sebagian pelalulalang akan dengan ringan memaki lewat jempol tangannya di media sosial seakan tak membayangkan beratnya mereka bekerja.⁣
⁣
Subuh itu, teman-teman kerjanya sesama petugas kebersihan, melarikan korban ke RS Pasar Minggu. Tim dokter bekerja keras, dioperasi karena ada pendarahan di otak. Kondisinya berat. ⁣
⁣
Ibunya mencintai Naufal, tapi Allah lebih mencintainya. Panggilan pulang ke Rahmatullah yang ia songsong. Ia pulang ke Ibunya. Tapi ibunya di rumah hanya bisa menyambut anaknya sebagai jenazah. ⁣
⁣
Tadi kami takziyah ke keluarga ini. Rumahnya di tengah kampung, lewat gang sempit. Wajah duka terlihat di warga sekampung itu. Ibunya tabah, ayahnya pula. Tampak ada duka tapi ada juga iman. Saat kafan dibuka, wajah almarhum jernih ada senyum. InsyaAllah penanda ia husnul khatimah. ⁣
⁣
Untuk semua pengguna jalan. Kurangi kecepatan bila melihat ada petugas bekerja di jalan raya. Seragam mereka berwarna terang. Dan jadi bercahaya bila terkena lampu di saat gelap. Ingat, setiap petugas itu punya ibu, ayah, anak, istri, suami dan keluarga. Bantu pastikan mereka, yang bekerja untuk kita semua ini, bisa pulang ke rumah dengan selamat. ⁣
⁣
Dan kau penunggang kendaaran tak dikenal itu... Ingatlah bahwa kau bisa lari pagi itu, tapi kau tidak bisa lari dari pertanggungjawaban di hadapan Yang Maha Adil.⁣

Beri Komentar
Umroh Bareng Pasangan, Foto Sweet Selebritis Saat di Mekkah