Gunung Soputan Meletus, Tinggi Abu Capai 4 Km

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 3 Oktober 2018 11:02
Gunung Soputan Meletus, Tinggi Abu Capai 4 Km
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM mencatat, amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit.

Dream - Setelah bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, disusul letusan Anak Krakatau pada 2 Oktober 2018, kali ini juga terjadi erupsi gunung berapi.

Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara meletus pagi tadi 3 Oktober 2018 sekitar pukul 08.47 WITA.

" Tinggi kolom abu vulkanik mencapai 4.000 meter mengarah ke barat laut," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan tertulisnya, Rabu 3 Oktober 2018. .

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM mencatat, amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit.

" Belum ada perlu pengungsian," tambah Sutopo. (ism)

1 dari 2 halaman

Gunung Anak Krakatau Semburkan Lava Pijar, PVMBG: Hanya Tremor

Dream - Gunung Anak Krakatau kembali aktif. Kali ini, gunung tersebut mengeluarkan lava pijar terus menerus.

Petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Denny Mardiono, mengatakan terjadi gempa tremor akibat aktivitas gunung tersebut.

" Hanya tremor saja, kita catatnya menerus, tremor menerus," ujar Denny, dikutip dari Liputan6.com.

Aktivitas gempa tremor yang terdeteksi di gunung tersebut memang cukup tinggi. Meski begitu, status Gunung Anak Krakatau masih berada di level 2 atau waspada.

" Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau, sampai dengan saat ini masih tinggi, dengan ditunjukkan masih terekamnya gempa tremor," kata Denny.

Demi menjaga dari hal-hal yang tak diinginkan, petugas PVMBG mengimbau masyarakat, nelayan dan wisatawan, agar tidak beraktifitas dalam radius dua kilometer dari pantai.

Meski demikian, masyarakat diharapkan agar tetap tenang dan tak terhasut dengan isu-isu yang beredar.

" Masyarakat di wilayah pantai harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami. Serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Ativitas Vulkanik

Gempa tremor juga sempat terjadi sesaat sebelum Gunung Agung di Bali meletus. Namun, tremor tidak mesti berakhir dengan letusan besar.

Gempa tremor adalah gempa yang bisa mengindikasikan adanya aktivitas vulkanik di gunung api.

Istilah tremor merujuk kepada istilah getaran akibat adanya gerakan di bawah permukaan bumi yang tidak bergerak secara mendadak, atau dengan kata lain bergerak sedikit demi sedikit.

Gerakan yang sedikit demi sedikit ini walaupun tidak harus menyebabkan gempa namun dapat menyebabkan bumi tergetar.

(Sumber: Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone