Guru Besar UGM yang Positif Covid-19 Meninggal Dunia

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 24 Maret 2020 10:38
Guru Besar UGM yang Positif Covid-19 Meninggal Dunia
Jenazah akan langsung dimakamkan.

Dream -  Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Iwan Dwiprahasto menjadi pasien kedua positif Corona di Yogyakarta meninggal dunia pada Selasa, 24 Maret 2020.

Dia masuk ke RSUP Dr Sardjito dan dirawat intensif di ruang isolasi sejak Minggu, 15 Maret lalu.

Dilaporkan Merdeka.com, keluarga dari Iwan mengizinkan UGM dan RSUP Dr Sardjito untuk membuka identitas Iwan kepada publik pada 18 Maret 2020, setelah hasil tes positif Corona keluar.

Iwan Dwiprahasto meninggalkan seorang istri dan anak perempuan. Pemakaman guru besar UGM ini akan dilakukan pada hari ini di pemakaman Sawit Sari UGM.

Jenazah akan diberangkatkan langsung dari ruang forensik RSUP Dr Sardjito menuju pemakaman Sawit Sari pada pukul 07.30 WIB.

" Untuk pengelolaan jenazah sampai dimasukkan ke dalam peti dilakukan oleh tim medis," kata Banu Hermawan, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito.


1 dari 6 halaman

Karir

Profesor Iwan merupakan alumnus Fakultas Kedokteran UGM 1987. Dia melanjutkan studi Strata-2 nya di University Of Newcastle, New South Wales, Australia pada 1994, serta pendidikan doktor di London School Of Hygiene And Tropical Medicine Inggris pada 2000.

Sampai dengan 23 Maret 2020, terdapat 86 orang yang sudah diperiksa atau uji seka di DIY. Hasilnya, 20 orang negatif dan lima orang dinyatakan positif Corona.

Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh satu orang, yakni balita berusia tiga tahun yang menjadi pasien pertama positif Corona di Yogyakarta.

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona yang masih dalam pemeriksaan sebanyak 61 orang dengan dua orang meninggal sebelum hasil laboratorium keluar.

2 dari 6 halaman

Sivitas UGM yang Baru Pulang dari Luar Negeri Diimbau Membatasi Interaksi

Dream - Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Panut Mulyono mengeluarkan imbauan agar doses dan mahasiswa menunda keberangkatan ke luar negeri karena wabah virus corona, Covid-19. Imbauan tersebut dikeluarkan beredar dengan Surat Edaran Nomor: 1285/UN.1.P/SET-SR/TR/2020.

Panut meminta akademika UGM menangguhkan perjalanan ke luar negeri terutama negara-negara yang dipastikan terdampak Covid-19.

Panut menjabarkan untuk akademika UGM yang baru saja pulang dari negara-negara yang terdampak virus Corona, untuk sementara waktu membatasi interaksi hingga 14 hari ke depan.

" Jika dalam masa 14 hari ternyata mengalami demam, batuk, pilek, sesak dan lain sebagainya, diminta memeriksakan diri ke poli paru di RSUP dr Sardjito Yogyakarta. Hasil check-up tersebut kemudian dikirimkan ke email kelembagaan UGM," ujar Panut, dilaporkan Liputan6.com, Minggu, 1 Maret 2020.

Panut juga meminta agar sivitas akademika UGM berperilaku hidup sehat dengan lebih sering mencuci tangan menggunakan sabun untuk menghindari virus corona. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat agar lebih meningkatkan daya tahan tubuh, meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan.

3 dari 6 halaman

Usaha Penanggulangan

Panut juga meminta sivitas akademika UGM untuk mengenakan masker serta mengurangi intensitas interaksi terhadap sesama sivitas atau keluarga yanng tengah mengalami gejala flu.

" Secara aktif melakukan upaya kewaspadaan influenza termasuk SARS dan COVID-19 di unit kerja masing-masing dengan melakukan penyebaran informasi (literasi kesehatan) tanpa membuat panik, menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun/hand rub berbasis alkohol di setiap ruangan/tempat-tempat strategis," ucap dia.

" Petugas kebersihan juga diimbau lebih sering membersihkan tempat yang sering dipegang oleh tangan dengan disinfektan. Contohnya mulai dari gagang pintu, gagang jendela, papan tombol lift, pegangan/rel tangga, dan lain-lain sebagainya," kata dia. (mut)

4 dari 6 halaman

TKW Ilegal di Taiwan Positif Corona

Dream - Seorang pengasuh asal Indonesia terinfeksi virus corona, Covid-19, di Taiwan. Pekerja migran itu membagikan pengalamannya di bangsal isolasi Taiwan, melalui video di media sosial, Facebook dan TikTok

Dilaporkan Taiwan News, pengasuh asal Indonesia itu diumumkan menjadi pasien virus corona ke-32 di Taiwan pada Rabu, 26 Februari 2020.

Pihak berwenang percaya bahwa pengasuh, yang berusia 30-an, terjangkit virus saat mengunjungi pasien ke-27 untuk mengkonfirmasi dengan penyakit yang diderita.

Pasien ke-27 yaitu seorang pria lanjut usia berusia 80-an dan di rumah sakit New Taipei. Dia merawat pria itu mulai 11 hingga 16 Februari sebagai pekerja migran tidak berdokumen.

Central Epidemic Command Center (CECC) mencatat bahwa wanita itu bepergian dengan kereta api dan bus (Rute 38) antara distrik Shulin dan Banciao New Taipei selama beberapa kali dari 16 hingga 19 Februari 2020.

5 dari 6 halaman

Pada 18 Februari 2020, dia bertemu dengan seorang teman yang berkunjung dari Kaohsiung.

Orang Indonesia kemudian pindah ke rumah sakit lain untuk melayani sebagai pengasuh, tanpa disadari menempatkan orang lain pada risiko infeksi.

Dia ditemukan oleh polisi di rumah sakit pada 24 Februari dan segera dikirim ke karantina dan diuji.

Dua hari kemudian, dia didiagnosis dengan virus dan sejak itu telah menjalani perawatan di bangsal isolasi.

Namun, pasien membawa Facebook dan Tik Tok untuk menyiarkan langsung pengalaman itu dan mengungkapkan informasi wajah dan rumah sakitnya kepada pemirsa.

Sementara itu, dilaporkan Liputan6.com, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei mengatakan telah menerima informasi dari otoritas Taiwan mengenai seorang pekerja migran Indonesia yang terkonfirmasi positif kasus Covid-19.

" Pekerja migran tersebut berstatus undocumented dan bekerja merawat orang tua. Saat ini yang bersangkutan dirawat di ruang isolasi di rumah sakit di Taipei dan kondisinya stabil," jelas pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan tertulisnya.

KDEI Taipei sejauh ini telah berkoordinasi dengan otoritas kesehatan Taiwan, untuk memastikan yang bersangkutan ditangani sebaik mungkin.

" Dan akan terus memantau secara dekat kondisi PMI tersebut," jelas pihak Kemlu.

6 dari 6 halaman

Diisukan Terpapar Corona, Ini Kata Jackie Chan

Dream - Aktor legendaris Hong Kong, Jackie Chan, sempat dikabarkan dikarantina karena terpapar virus Corona, Covid-19. Namun akhirnya, dia membuat klarifikasi dan mengaku sehat-sehat saja.

" Terima kasih atas kekhawatiran kalian semua! Saya akan dan sangat sehat," ujar Jackie Chan melalui Instagram resminya, @jackiechan, diakses pada Jumat, 28 Februari 2020.

Jackie Chan meminta para penggemar untuk tidak mengkhawatirkannya. Dia menyatakan saat ini tidak sedang dikarantina.

" Saya mohon jangan khawatir, saya tidak dikarantina. Saya harap semua juga tetap aman dan sehat!" kata dia.

Kabar Jackie dikarantina sempat menimbulkan keraguan. Sebab, satu-satunya bukti adalah foto yang menunjukkan beberapa polisi terinfeksi Corona karena berkumpul dan makan di sebuah restoran.

Dream - Aktor legendaris Hong Kong, Jackie Chan, sempat dikabarkan dikarantina karena terpapar virus Corona, Covid-19. Namun akhirnya, dia membuat klarifikasi dan mengaku sehat-sehat saja.

 

" Terima kasih atas kekhawatiran kalian semua! Saya akan dan sangat sehat," ujar Jackie Chan melalui Instagram resminya, @jackiechan, diakses pada Jumat, 28 Februari 2020.

 

Jackie Chan meminta para penggemar untuk tidak mengkhawatirkannya. Dia menyatakan saat ini tidak sedang dikarantina.

 

" Saya mohon jangan khawatir, saya tidak dikarantina. Saya harap semua juga tetap aman dan sehat!" kata dia.

 


Kabar Jackie dikarantina sempat menimbulkan keraguan. Sebab, satu-satunya bukti adalah foto yang menunjukkan beberapa polisi terinfeksi Corona karena berkumpul dan makan di sebuah restoran.

Beri Komentar