Bosan Karena Lockdown, Penghuni Rusun Gelar Live Karaoke dari Balkon

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 24 Maret 2020 10:01
Bosan Karena Lockdown, Penghuni Rusun Gelar Live Karaoke dari Balkon
Dia mengajak semua orang bernyanyi bersama dari teras apartemen masing-masing.

Dream - Malaysia telah menerapkan pembatasan pergerakan warganya sejak 18 Maret 2020. Sejak saat itu, warga Malaysia diimbau berdiam diri di dalam rumah dan hanya bepergian jika mendesak.

Kebijakan itu dijalankan untuk mencegah penyebaran virus corona. Ini mengingat Malaysia memiliki kasus infeksi Coronavirus Disease-19 (Covid-19) cukup tinggi.

Pembatasan pergerakan tentu membuat orang bosan. Apalagi mereka yang tinggal di rumah susun.

Untuk mengusir kebosanan, seorang pria menggelar live karaoke. Bukan mengajak orang berkumpul, tetapi dia menyanyi di teras apartemennya.

Dia arahkan pengeras suara ke arah taman dalam apartemen. Sehingga semua penghuni apartemen bisa mendengarnya.

Kemudian, pria itu melantunkan lagu berjudul 'Saya Anak Malaysia' di teras apartemen. Dia pun juga berjoget sehingga membuat banyak orang ceria.

 

1 dari 5 halaman

Bikin Semua Ceria

Aksi tersebut diabadikan oleh tetangga pria itu, Shauna Joan, lewat akun Facebooknya.

" Tetangga kami sedang live show! Di masa sulit seperti sekarang, sangat penting untuk menyebarkan sedikit kegembiraan dan tetap positif. Tetap di rumah, Anak-anak Malaysia! Kita pasti bisa!" tulis dia.

Sumber: World of Buzz

2 dari 5 halaman

Foto Perawat Usai Kerja 48 Jam Ini Bikin Sedih

Dream - Perawat asal York, Inggris, Dawn Bilbrough, 51 tahun, membuat video berisi pesan menggetarkan. Dia meminta masyarakat untuk tidak kalap dalam belanja akibat pandemik virus corona.

Video itu dibuat usai dia keluar dari supermarket. Dia berniat belanja sepulang menyelesaikan shift kerjanya selama 48 jam, namun tak menemukan apapun.

Banyak supermarket di York mengalami kekosongan pasokan akibat panic-buying. Bilbrough sempat sedikit menangis mendapati fakta itu.

" Berhenti belanja makanan berlebih dari yang dibutuhkan, saya ingatkan pekerja kuncilah yang menjaga Anda ketika berada di titik terendah," kata Bilbrough.

Dia sama sekali tidak mendapati buah dan sayuran. Sementara, dua bahan pangan itu penting untuk menjaganya dan banyak pekerja publik untuk tetap sehat.

" Saya tidak tahu bagaimana saya bisa tetap sehat. Dan orang-orang itu, orang-orang telah memborong bahan pangan pokok. Anda hanya perlu menghentikannya," kata Bilbrough.

" Karena orang-orang seperti saya yang akan menjaga Anda ketika berada di titik terendah jadi hentikan, tolong!" kata dia.

 

3 dari 5 halaman

Pembeli Kalap

Beredar foto seorang tenaga paramedis di media sosial dan ramai menjadi pembicaraan. Foto itu memperlihatkan paramedis yang putus asa melihat rak-rak belanjaan kosong di sebuah supermarket milik Sainsbury's.

Sejumlah supermarket memberlakukan pembatasan untuk mencegah panic buying di Inggris. Baik dengan membatasi jam operasional hingga membatasi jumlah item yang boleh dibeli.

Tesco, Sainsbury's, Asda, Morrisons sampai kehabisan barang akibat diserbu pembeli terutama tisu toilet, sabun cuci tangan, dan pasta gigi. Sayuran dan buah segar, daging, dan stok roti juga raib.

Ada juga pembeli yang memakai kekerasan seperti yang terjadi di salah satu toko di Ilford, London timur awal pekan ini. Pembeli itu mendorong pembeli lansia ke luar toko yang penuh sesak.

Pemerintah setempat sebenarnya sudah mengeluarkan imbauan agar tidak terjadi kepanikan dengan mengatakan pasokan barang sangat cukup. Tetapi, imbauan tersebut tidak dihiraukan.

Sumber: Mirror

4 dari 5 halaman

Tenaga Medis Sholat dengan Baju Hazmat, Bikin Netizen Terkagum

Dream - Wabah virus corona memaksa orang untuk waspada. Dalam kondisi seperti saat ini, tim medis menjadi pihak yang sangat berperan.

Mereka berada di garda terdepan penanganan dampak virus corona. Tim medis berjuang keras menyelamatkan mereka yang terjangkit, sebanyak mungkin.

Perasaan tertekan tentu ada dalam benak mereka. Meski begitu, mereka tetap bekerja demi kemanusiaan.

Sebuah foto viral di media sosial, menunjukkan tim medis yang bekerja menangkal dampak virus corona. Di tengah kesibukannya, sholat tidak pernah ditinggalkan.

Yang membanggakan, ada seorang tenaga medis sholat dalam keadaan tetap mengenakan baju hazmat lengkap dengan masker dan kacamata pelindung. Baju tersebut merupakan pakaian khusus yang digunakan ketika harus berhadapan dengan virus.

 Tim medis sholat© Facebook

5 dari 5 halaman

Viral di Media Sosial

Foto tersebut diunggah di akun Facebook Hawler Teaching Hospital 2020. Dalam unggahan itu, terdapat keterangan foto tersebut diambil di sebuah rumah sakit di Kota Erbil, Irak.

Memakai baju hazmat bukan perkara mudah. Ada sejumlah prosedur yang harus dijalani." target=" _blank" >

Sebelum memakai, seseorang diharuskan mandi untuk menghilangkan kuman di tubuh. Setelah itu, memakai masker, pelindung kepala, baru mengenakan baju hazmat.

Prosedur tersebut harus dijalankan untuk menghindari kontaminasi. Dengan begitu, si pemakai tidak bisa tertular virus.

Erbil merupakan salah satu kota di Irak yang terjangkit wabah positif corona. Secara keseluruhan, ada 60 kasus infeksi virus corona terkonfirmasi di Irak.

Beri Komentar