Daftar Kekuatan Indonesia Hadapi Virus Corona Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 31 Maret 2020 07:01
Daftar Kekuatan Indonesia Hadapi Virus Corona Covid-19
Wisma Atlet saat ini telah merawat 411 pasien.

Dream - Indonesia menyiapkan segala kekuatan yang ada untuk mengurangi penyebaran virus corona baru, Covid-19, di seluruh wilayah di Tanah Air. Selain berbagai perlengkapan medis, ribuan relawan telah disiapkan untuk memerangi virus yang berasal dari Wuhan, China ini.   

Berbicara dalam penyampaian Update Corona-19 di kantor BNPB Indonesia, Senin, 30 Maret 2020, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan pemerintah terus memenuhi kebutuhan fasilitas untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dari data yang dicatat pemerintah sampai kemarin, Indonesia telah memiliki pasokan logistik untuk memerangi virus corona dengan jumlah sampai ribuan. 

Beberapa kebutuhan logistik yang sudah dimilik Indonesia sampai saat ini adalah 191.666 set alat perlindungan diri (APD) untuk para tenaga medis. 

" Sudah terdistribusi ke seluruh provinsi serta rumah sakit yang membutuhkan," kata pria yang karib disapa Yuri.

Dukungan pasokan logistik lain yang dimiliki pemerintah adalah ketersediaan masker untuk mencegah tim medis tertular virus corona. Diketahui ada 12.272.500 masker bedah yang sudah terdistribusikan ke berbagai daerah. Pemerintah juga telah memiliki 133.640 buah masker N95 telah dikirimkan ke daerah.

Untuk mendeteksi pasien positif yang kemungkinan masih ada di tengah masyarakat, Yuri melaporkan pemerintah sudah mendistribusikan sebanyak 425 ribu unit peralatan rapid test. Perlengkapan ini diharapkan bisa mengetahui secara cepat masyarakat yang sudah terpapar corona namun tak menunjukan gejala sakit.

Dari sisi rumah sakit, Indonesia saat ini sudah memfungsikan wisma atlet Kemayoran, Jakarta untuk digunakan menjadi rumah sakit darurat Covid-19. Dilaporkan rumah sakit darurat ini telah merawat 411 pasien.

Penambahan ruang untuk merawat warga yang positif corona dengan kategori parah juga dilakukan pengelola rumah sakit rujukan. Dilaporkan kapasitas ruang isolasi dengan kategori negatif tekanan telah ditambah sebanyak 1.967 ruang. 

1 dari 5 halaman

Mencari Kasus Positif Masih di Luar

Tak hanya itu, sejumlah provinsi juga telah membentuk Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 yang dipimpin oleh Gubernur. Badan ini dibentuk untuk mensinergikan seluruh kapasitas yang ada di provinsi untuk menangani Covid-19.

" Ini nerupakan upaya yang menunjukkan kinerja yang sungguh-sungguh dari kita semua dalam rangka mencari penderita positif yang masih di luar dan meyakinkan masyarakat untuk memutuskannya dengan menjaga jarak di dalam komunikasi secara sosial antara satu dengan yg lain baik di rumah dan luar rumah," kata Yurianto.

Lebih lanjut, seluruh gugus tugas secara bersama akan proaktif mencari kasus yang masih di luar melalui rapid test. " Untuk kemudian mengisolasi dan memisahkan dari yang masih sehat," kata dia.

2 dari 5 halaman

Ribuan Relawan Siap Diterjunkan

Sementara itu Koordinatur Relawan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Andrea Rahadian mengatakan jumlah pendaftar relawan sampai tanggal 29 Maret 2020 terus bertambah. 

Hingga pukul 17.00 kemarin, data relawan yang mendaftar ke Gugus Tugas tercatat sudah mencapai 8.763 orang. Dari ribuan orang tersebut sevanyak 1.901 orang adalah relawan medis sementara sisanya atau 6.862 orang adalah relawan non medis.

Jumlah relawan itu kemungkinan akan bertambah mengingat Kementerian Kesehatan dilaporkan memiliki 4000 relawan. Sementara di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah tersedia sekitar 15 ribu relawan. 

Menurut Andre, prioritas pemaggilan dan pengerahan relawan saat ini adalah relawan medis untuk mengikuti kegiatan yang dirancang BPP SDM kesehatan. Para relawan  akan mendapatkan pelatihan dan nantinya mendapatkan sertifikasi.

" Dan akan memulai tugas saat ada permintaan dari RS rujukan maupun rumah sakit darurat," ujarnya.

Prioritas kedua relawan yang akan dipanggil adalah relawan non medis dan selanjutnya diikuti oleh relawan terkait pengelolaan rumah sakit, distribusi logistik.

" Kami juga sudah banyak menerima sumbangan dan dana untuk disalurkan baik dalam bentuk dana, makanan, minuman yang akan disampaikan ke tenaga kesehatan yang menjadi gugus terdepan penanganan covid-19," ujar Andrea.

3 dari 5 halaman

Update Corona 30 Maret 2020: Kasus Positif Menjadi 1.414, Meninggal 122 Orang

Dream - Jumlah kasus infeksi corona terkonfirmasi di Indonesia masih terus menunjukkan peningkatan. Di sisi lain, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh juga terus bertambah.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan dalam data terkini yang dikumpulkan dalam rentang waktu 29 hingga 30 Maret pukul 12.00 WIB, tercatat ada penambahan kasus terkonfirmasi positif corona sebanyak 129 orang.

" Sehingga total positif corona menjadi 1.414 kasus," ujar Yurianto, dalam keterangan pers lewat media sosial BNBP Indonesia di Jakarta, Senin 30 Maret 2020.

Angka pasien sembuh juga dilaporkan menunjukkan peningkatan. Dalam rentang 24 jam terakhir, terdapat penambahan pasien sembuh dan dinyatakan boleh pulang sebanyak 11 orang.

" Sehingga total yang sembuh sebanyak 75 orang," kata Yurianto.

Sayangnya, angka kematian pasien positif corona di Indonesi juga masih terus bertambah. Sejak kemarin hingga hari ini, terdapat 8 pasien dilaporkan meninggal dunia.

" Sehingga total kasus kematian 122 orang," ucap Yurianto.

Lebih lanjut, Yurianto mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan tidak keluar. Data tersebut menunjukkan masih ada penularan kasus di luar dan kasus positif juga masih bertambah.

4 dari 5 halaman

Cegah Corona, #MediaLawanCovid19 Serukan Kampanye 'Jangan Mudik'

Dream - Sejumlah media nasional dan lokal yang tergabung dalam gerakan #MediaLawanCovid19 meluncurkan kampanye bertajuk 'Jangan Mudik' pada Minggu, 29 Maret 2020. Diprediksi 100 media berbagai platfrom baik televisi, radio, majalah, koran, media siber dan media sosial berpartisipasi dalam kampanye bersama guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Kampanye menggunakan tagar #AmanDiRumah ini dipublikasikan secara serentak dalam dua hari yaitu Minggu dan Senin. Baik oleh media berbasis di Jakarta maupun daerah lain.

Melalui kampanye masif ini, diharapkan ajakan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak pulang kampung bisa tersebar luas hingga ke kelompok masyarakat di unit terkecil, seperti di tingkat RT/RW, kelompok arisan, aktivitas keagamaan, dan lainnya. Aksi ini menindaklanjuti publikasi konten perdana pada Selasa, 24 Maret 2020 lalu bertajuk “ Jaga Jarak”, yang juga menggunakan tagar #AmanDiRumah.

 Jangan Mudik© istimewa

Kampanye kedua ini semula akan dilakukan mulai Senin pagi. Tetapi, melihat fenomena masyarakat yang sudah berbondong-bondong meninggalkan Jakarta, dirasa penting untuk mempercepat kampanye “ Jangan Mudik” ini.

 

5 dari 5 halaman

Diperkirakan ada sekitar 15 juta pemudik yang akan meninggalkan Jakarta ke berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa. Jika ini terjadi, maka dikhawatirkan arus mudik penduduk akan membuat wabah virus vorona menjalar dengan cepat dan menambah zona merah di berbagai daerah tujuan pemudik.

Berbagai imbauan telah dikeluarkan oleh para pemimpin pusat dan daerah yang meminta masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik. Namun, belum adanya larangan resmi dari pemerintah membuat arus mudik tetap deras mengalir ke berbagai wilayah.

 Jangan Mudik© dream.co.id

Atas dasar itu, maka pada Minggu pagi ini kampanye edukasi “ Jangan Mudik” mulai dilakukan oleh berbagai media yang tergabung dalam #MediaLawanCovid19.

Untuk kian menggaungkan kampanye “ Jangan Mudik”, berbagai produk yang dibuat oleh media masing-masing juga akan dipublikasikan secara simultan. Produk itu dapat digunakan oleh semua media dengan mencantumkan tagar #MediaLawanCovid19.

Hal ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan tenaga, alat dan waktu di tengah situasi Kerja Dari Rumah. Dengan begitu, jumlah konten yang dapat dipublikasikan pun menjadi berlipat ganda.

Beri Komentar