Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Pangeran Mohammed Bin Salman Dikabarkan Sedang Bermasalah Dengan Ayahnya, Raja Salman Bin Abdulaziz (Foto: Al Arabiya)
Dream - Hubungan pemimpin Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz dengan sang putra mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman dikabarkan retak. Salman dikabarkan sempat memarahi Mohammed karena tidak setuju dengan kebijakan penting dalam beberapa pekan terakhir, termasuk perang di Yaman.
Dilaporkan The Guardian, kegelisahan Salman memuncak tatkala insiden pembunuhan jurnalis, Jamal Kashoggi di Turki. Dikabarkan Badan Intelejen Amerika Serikat (CIA), pembunuhan itu terjadi atas perintah Mohammed.
Ketegangan memuncak pada akhir Februari kala Salman mengunjungi Mesir. Dia mendapat informasi penting dari penasihatnya mengenai resiko terhadap langkah-langkah perlawanan terhadap kepemimpinannya.
Munculnya kewaspadaan itu membuat tim keamanan raja diganti. Sebanyak 30 orang loyalis pilihan raja dari Kementerian Dalam Negeri diterbangkan ke Mesir untuk menggantikan tim yang ada.
Indikasi keretakan lain juga muncul ketika Mohammed yang ditugasi sebagai `wakil raja`, selama Salman ke Mesir, mengganti dua posisi penting.
Dua posisi yang muncul yaitu penunjukkan Putri Reema binti Bandar bin Sultan sebagai Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat dan penunjukkan Khalid bin Salman sebagai Menteri Pertahanan.
Gesekan hubungan ayah-anak itu, kata sumber The Guardian, juga muncul ketika Mohammed tak ada saat penyambutan Salman.
Sumber di dalam kerajaan menyebut, para pendukung raja mendorong agar Salman lebih banyak membuat keputusan. Tindakan ini sebagai langkah pencegahan terhadap Mohammed untuk mengambil alih kekuasaan.
Juru bicara kedutaan Saudi di Washington bereaksi atas gosip yang berkembang ini. " Sudah menjadi kebiasaan bagi raja Arab Saudi untuk mengeluarkan perintah kerajaan yang mendelegasikan kekuasaan untuk mengatur urusan negara kepada wakilnya, putra mahkota," kata juru bicara tersebut.
Juru bicara tersebut menyebut rumor mengenai pengangkatan duta besar perempuan itu tidak berdasar.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam