Ratusan Hotel Berebut Jadi Tempat Akomodasi Jemaah Haji Indonesia

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 6 Maret 2019 15:14
Ratusan Hotel Berebut Jadi Tempat Akomodasi Jemaah Haji Indonesia
Ratusan hotel mengajukan diri siap menampung jemaah haji Indonesia.

Dream - Penyediaan akomodasi jemaah haji Indonesia di Mekah ramai peminat. Sebanyak 195 hotel mendaftar sebagai penyedia akomodasi jemaah di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW

Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis mengatakan, tahun ini kebutuhan akomodasi haji di Mekah sebanyak 210.697 orang. Kebutuhan ini diperuntukan bagi 204 ribu jemaah, petugas kloter, non kloter, sisa penempatan, dan cadangan.

" Sampai hari ini, tercatat hotel yang sudah mendaftar di Wilayah Mekah sebanyak 195 Hotel dengan kapasitas 248.243 pax (orang) atau sebesar 118 persen dari totoal kebutuhan Jemaah haji," ujar Sri Ilham Lubis, melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 5 Maret 2019.

Usai melalui tahap verifikasi berkas, Kemenag menetapkan hotel yang lolos sebanyak 177 hotel dengan kapasitas 223.875 pax atau sebesar 107,29 persen dari total kebutuhan.

Sebagian besar yang lolos berkas, kata Sri Ilham, adalah hotel yang telah disewa tahun lalu dan dinilai berkinerja baik atau repeat order. Total ada 124 hotel yang statusnya repeat order.

Sisanya, hasil proses penyediaan baru sebanyak 37 hotel, dan yang telah disewa multi years sebanyak 16 hotel.

Hotel-hotel tersebut tersebar di tujuh wilayah, yaitu, Raudhah, Misfalah, Syisyah, Aziziyah, Mahbasjin, Jarwal, dan Rei Bakhsy. Hotel terbanyak ada di Syisyah, yaitu, 73 hotel dengan kapasitas 58.930 orang.

Sri Ilham menambahkan, saat ini tim penyedia akomodasi secara bertahap melakukan ukur jarak, kasyfiyah (peninjauan lapangan), tamtir (pengukuran luas kamar), dan taksir (perhitungan kapasitas kamar) hotel-hotel yang lolos verifikasi di semua wilayah.

" Sebanyak 155 hotel dengan kapasitas 202.656 orang sudah dilakukan pengukuran jarak dan kasyfiyah oleh tim. Adapun yang sudah ditamtir dan taksir sebanyak 105 hotel atau 128.409 orang," ucap dia.(Sah)

1 dari 1 halaman

Kondisi di Madinah

Proses kasyfiah sangat penting, kata Sri Ilham, karena bertujuan untuk memastikan kelengkapan fasilitas hotel sesuai dengan syarat dan spesifikasi yang ditentukan dalam pedoman penyediaan akomodasi.

Adapun tamtir dan taksir, tujuannya untuk menentukan berapa banyak kapasitas maksimal setiap kamar sehingga nyaman ditemati jemaah.

Tahap selanjutnya adalah negosiasi. Saat ini sedikitnya sudah ada 51 hotel yang sudah menyerahkan harga penawaran. Dari jumlah itu, 40 penyedia hotel sudah sepakat dengan harga negosiasi.

Selain di Mekah, tim juga sudah mulai menerima pendaftaran dari penyedia hotel di Madinah dengan kebutuhan kapasitas mencapai 209.967 orang. Sampai saat ini, sudah ada 101 hotel yang mendaftar dengan total kapasitas 191.102 orang.

 

Beri Komentar
Nggak Ribet, Ini Cara Merawat Hijab Ala Prilia Nur Afrida