Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Ilmuwan telah berhasil mengidentifikasi fase keempat dari kehidupan. Faseyang membantu para ilmuwan memprediksi kematian dengan akurasi yang menakjubkan.
Selama ini ilmuwan mengenal hanya ada tiga fase kehidupan. Masa kecil (manusia tumbuh berkembang secara fisik) , dewasa (mayoritas kehidupan yang dijalani manusia), dan akhir kehidupan (masa-masa terakhir menuju kematian).
Namun, para peneliti sekarang mengklaim telah mengidentifikasi fase keempat yang mereka sebut masa 'spiral kematian'.
Dengan menganalisis bagaimana lalat buah berkembang dan hidup, peneliti menemukan fase kehidupan keempat. Dengan mengetahui fase keempat ini mereka dapat memprediksi kapan lalat buah itu akan mati dengan akurasi 80 persen.
Para ilmuwan sekarang percaya bahwa fase ini juga bisa ditemukan pada manusia. Sebelum tahun 1990-an para ilmuwan belum menemukan masa akhir kehidupan ketika mereka menyadari bahwa kemungkinan mati semakin tinggi di kemudian hari.
Misalnya, mereka melihat bahwa manusia berusia 90 tahun memiliki risiko kematian yang sama dengan mereka yang berusia 100 tahun, tetapi mereka belum sepenuhnya memahami mengapa hal ini bisa terjadi.
Ketika sedang meneliti misteri ini melalui lalat buah mereka menemukan fase keempat yang sebelumnya tidak diketahui.
Mereka menemukan bahwa dalam dua minggu menjelang kematiannya, kesuburan lalat buah betina menurun drastis. Mereka kemudian menemukan hal yang sama pada lalat buah jantan.
Para ahli dari University of California sampai pada kesimpulan bahwa lalat buah betina mengeluarkan terlalu banyak energi saat bertelur pada masa akhir kehidupannya. Sehingga kesuburannya menurun dalam dua minggu yang menyebabkan kematian mereka.
" Jika saya memisahkan betina yang dekat dengan kematian, dan membandingkannya dengan betina lain pada usia yang sama yang masih memiliki umur beberapa minggu lagi untuk hidup, terdapat perbedaan pada kesuburannya," kata Laurence Mueller, yang terlibat dalam penelitian, kepada BBC.
Meskipun ada keraguan tentang apakah ini dapat berlaku juga untuk manusia, penelitian lain telah mengkonfirmasi hasil yang sama pada percobaan terhadap binatang lain. Saat ini para peneliti belum melakukan penelitian yang sama untuk manusia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya