Imigrasi Aceh Kebanjiran Permohonan Pembuatan Paspor

Reporter : Ahmad Baiquni
Minggu, 13 Januari 2019 18:05
Imigrasi Aceh Kebanjiran Permohonan Pembuatan Paspor
Sejak awal Januari 2019, Kantor Imigrasi Kelas I Banda Aceh mengeluarkan 200 formulir permohonan pembuatan paspor.

Dream - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh kebanjiran permohonan pembuatan paspor sejak awal Januari 2019. Salah satu pemicunya yaitu harga tiket penerbangan domestik yang jauh lebih mahal dibandingkan ke luar negeri.

" Ini salah satu penyebabnya banyak warga yang ingin transit di suatu negara sebelum berangkat ke suatu daerah lainnya dalam negeri," ujar Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh, Muhammad Hatta, dikutip dari Merdeka.com.

Hatta mengatakan biasanya dalam sehari, pihaknya hanya mengeluarkan 100 formulir pembuatan paspor. Tetapi, sejak awal Januari, pihaknya mengeluarkan 200 formulir per harinya.

Dia juga menjelaskan berdasarkan hasil wawancara, para pemohon pembuatan paspor kebanyakan beralasan ingin transit di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum ke daerah tujuan di dalam negeri. Jawaban tersebut cukup mengejutkan Hatta.

" Rata-rata mengaku saat petugas bertanya, hendak transit di Kuala Lumpur," kata Hatta.

Namun demikian, ungkap dia, tidak semua pemohonan beralasan ingin transit. Ada juga pemohon yang berniat mengunjungi keluarga di Malaysia.

Sumber: Merdeka.com/Afif

1 dari 3 halaman

Terbang ke Jakarta, Warga Aceh Pilih Transit di Kuala Lumpur

Dream – Sejak akhir tahun 2018 hingga saat ini, terjadi fenomena unik di masyarakat Aceh. Mereka yang hendak bepergian ke Jakarta memilih transit lebih dulu di Kuala Lumpur, Malaysia, baru melanjutkan perjalanan menuju tujuan.

Dikutip dari , Minggu 13 Januari 2019, sebagian warga Aceh kini memilih terbang ke Jakarta melalui Kuala Lumpur. Alasannya, harga tiket pesawat dari Banda Aceh menuju Jakarta via Kuala Lumpur dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan terbang langsung.

Seperti diungkapkan salah satu penumpang, Hotli Simanjutak. Dia memilih transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur lebih dulu untuk berangkat ke Jakarta.

Untuk penerbangan tersebut, Hotli hanya menghabiskan uang sekitar Rp1 juta.

" Tiketnya lebih murah, dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur sekitar Rp500 ribu dan Kuala Lumpur ke Jakarta Rp500 ribu," kata Hotli.

 

2 dari 3 halaman

Hemat Banyak Uang

Pengalaman itu dia dapat akhir tahun lalu. Saat itu, kata Hotli, tiket terbang langsung Banda Aceh-Jakarta dijual dengan harga Rp1,8 juta. Dengan transit di Kuala Lumpur, Hotli bisa menghemat Rp800 ribu.

Demikian juga saat kembali dari Jakarta ke Banda Aceh. Hotli juga pilih singgah di Kuala Lumpur.  Lagi-lagi, alasannya adalah harga tiket yang lebih murah.

" Dari Jakarta naik Lion Air dan ke Banda Aceh naik maskapai Air Asia," kata dia.

3 dari 3 halaman

Buat Paspor untuk Terbang ke Dalam Negeri

Fenomena ini juga sempat heboh di media sosial. Banyak pembicaraan tentang mahalnya tiket pesawat dari Banda Aceh ke Jakarta.

Alhasil, banyak orang memilih singgah di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Laman Facebook Khairul Laweung misalnya. Dia memposting paspor miliknya dengan menuliskan " Ada yang tau kenapa saya ke Jakarta sekarang harus pakai Pasport? Peu Tanda njoe ke Atjeh Loen! (Apa tanda ini Aceh saya)."

Seorang penjual tiket online, Mahdi membenarkan terjadinya fenomena tersebut. Sekarang ini, kata dia, banyak warga Banda Aceh membeli tiket berangkat ke Jakarta transit lebih dulu ke Bandara Kuala Lumpur.

" Pasti banyak, yang mau hemat, sama saya banyak juga yang beli ke KL (Kuala Lumpur)," kata dia.

Sumber: /Afif

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary