5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Menteri Luar Negeri Retni LP Marsudi (© 2018 Http://www.kemlu.go.id)
Dream - Keputusan yang diambil Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, memindahkan Kedutaan Besar untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem menuai beragam tanggapan. Termasuk dari Indonesia.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas keputusan tersebut. Retno juga mempertanyakan keputusan itu.
" Indonesia ingin menegaskan kembali posisinya bahwa solusi dua negara harus ditegakkan sebagai prinsip dasar untuk terjadinya perdamaian secara berkelanjutan antara Palestina dan Israel," ujar Retno, dilansir Straits Times.
Retno kembali meminta komitmen Australia dan sejumlah negara lain untuk terus mendukung proses perdamaian Palestina-Israel sesuai prinsip-prinsip yang telah disepakati.
" Dan tidak mengambil langkah-langkah yang bisa mengancam perdamaian dan stabilitas dunia," kata Retno.
Retno, begitu pula dengan Presiden Joko Widodo, telah berkomunikasi dengan sejumlah pejabat Australia terkait keputusan tersebut.
Saat berkunjung ke kantor Retno, Menlu Palestina Riyad Al Maliki menyatakan sangat menghargai upaya komunikasi yang telah dijalankan Jokowi bersama Retno. Dia menegaskan Australia perlu diingatkan bahwa keputusan tersebut telah melanggar hukum internasional.
Dia juga mengapresiasi langkah cepat Indonesia yang segera membahas keputusan tersebut dengan pejabat Australia. Bahkan tanpa diminta oleh Palestina, Indonesia bergerak lebih dulu.
" Dan mereka (Indonesia) adalah negara pertama yang segera bertindak atas hal ini. Ini adalah sesuatu yang harus kita hargai, kita harus ingat dan kita harus berterima kasih kepada Indonesia atas komitmen ini untuk perdamaian, keadilan, komitmen terhadap hukum internasional," terang Riyad.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?