Innalillahi, Khotib Meninggal Saat Sampaikan Khotbah Jumat

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 22 Februari 2019 18:42
Innalillahi, Khotib Meninggal Saat Sampaikan Khotbah Jumat
Haji Rajwan menghembuskan nafas terakhir ketika berdiri di mimbar.

Dream - Tidak ada yang bisa menduga datangnya kematian. Seseorang bisa wafat dalam keadaan apapun, apalagi saat sehat.

Seperti yang terjadi di Masjid Jami Quba Kampung Paccelang, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan. Khotib di masjid tersebut meninggal saat menyampaikan khotbah Jumat.

Dikutip dari Fajaronline, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 22 Februari 2019. Diketahui, khotib tersebut bernama Haji Rajwan.

Salah satu jemaah yang menyaksikan peristiwa itu, Sumarlin, mengatakan Rajwan meninggal ketika berada di atas mimbar. Pria itu tiba-tiba berhenti bernapas ketika sedang berkhotbah.

Menurut Sumarlin, sebenarnya Rajwan adalah khotib pengganti. Sebelumnya, Rajwan adalah makmum sholat Jumat.

Tetapi, beberapa saat menjelang waktu sholat Jumat, khotib yang seharusnya bertugas ternyata tidak bisa datang. Alhasil, pengurus harus mencari khotib pengganti.

" Maka pengurus masjid mempersilakan imam masjid yaitu Pak H Rajwan untuk mengisi khutbah Jumat," kata Sumarlin.

Sumber: Fajaronline.com

1 dari 5 halaman

Innalillahi, Pria Ini Wafat Saat Tunggu Waktu Sholat Sambil Ngaji

Dream - Abd Muhlis Daris, pria asal Kampung Tanjung Batu, Tawau, Sabah, Malaysia, membuat heboh masyarakat sekitar. Dia tiba-tiba tergeletak dan tak bernafas di Masjid Bandar.

Peristiwa yang membuat heboh itu terjadi pada Jumat pekan lalu. Pria berusia 68 tahun itu berada di masjid untuk menunggu waktu sholat Jumat.

Dikutip dari Siakap Keli, Abd Muhlis awalnya menunggu waktu sholat Jumat dengan mengaji Alquran. Tiba-tiba, badannya rebah ke lantai dan tak sadarkan diri.

Kepala Kepolisian Daerah Tawau, ACP Fadil Marsus, membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, beberapa orang segera melaporkan kejadian tersebut.

" Tim medis yang tiba di masjid segera melakukan pemeriksaan pada orang tua ini sebelum resmi dinyatakan meninggal," kata Fadil.

Lebih lanjut, Abd Muhlis diketahui memiliki riwayat darah tinggi. Kematiannya kemudian dinyatakan mendadak tanpa ada tanda-tanda bekas kekerasan.

2 dari 5 halaman

Innalillahi, Pengantin Pria Meninggal Usai Ijab Kabul

Dream - Kegembiraan prosesi pernikahan di Desa Mallimongeng, Bone, Sulawesi Selatan pada Kamis, 8 November 2018 berubah menjadi kesedihan. Pengantin pria, Uttang, yang seharusnya menikmati masa bahagia meninggal beberapa jam usai ijab kabul

Resepsi yang dijadwalkan berlangsung hari ini di rumah pengantin wanita di Dusun Bakkoe berubah menjadi prosesi pemakaman. Uttang meninggal akibat mengalami sesak napas.

Seorang warga, Riska, menuturkan semua terjadi secara tiba-tiba. Sebelumnya, Uttang sudah tinggal serumah dengan istrinya usai akad nikah.

" Pengantin laki-laki sudah ada di rumah perempuan karena acara Marola," kata Riska, dikutip dari Fajar Online.

 

3 dari 5 halaman

Sehari Sebelum Resepsi

Menurut Riska, tiba-tiba saja Uttang mengalami sesak napas. Keluarga pengantin perempuan sempat melarikannya ke Puskesmas.

" Dibawa ke Puskesmas Kajuara namun tidak sanggup di puskesmas itu dan dirujuk ke RS Sinjai," kata Riska.

Sayangnya, Uttang tidak dapat diselamatkan. Dia meninggal saat menjalani perawatan.

Keluarga kedua pengantin ini memutuskan untuk membatalkan resepsi. Baik yang digelar di rumah pengantin wanita maupun di rumah pengantin pria yang bakal dilaksanakan pada Sabtu besok, 10 November 2018.

Sumber: Fajar Online.

4 dari 5 halaman

Pernikahan Haru Pengantin Muda di Depan Jenazah Ibu

Dream - Andik Witjaksono, warga Jalan Manukan Thohirin, Tandes, Surabaya, Jawa Timur, terpaksa mempercepat pernikahannya dengan Anna Anggraini. Pasangan muda ini segera melangsungkan pernikahan pada Selasa, 6 November 2018. 

Andik dan Anna terpaksa mempercepat pernikahan lantaran ibu dari mempelai mempelai wanita, Sulistyowati, 46 tahun, meninggal beberapa jam sebelumnya.

Prosesi akad nikah juga dilaksanakan di hadapan jenazah Sulistyowati.

Dikutip dari Liputan6.com, Sulistyowati meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan di Jalan Raya Tengger, Kandangan. Bangunan tersebut roboh sekitar pukul 13.30 WIB akibat terpaan angin kencang disertai hujan deras yang melanda Surabaya.

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa Sulistyowati tidak tertolong.

 

5 dari 5 halaman

Meninggal Saat Melintas Dekat Lokasi

Menurut penuturan tetangga, Herlambang, Andik dan Anna seharusnya menikah pada Sabtu, 10 November 2018. Hal itu sesuai dengan undangan yang sudah disebar.

" Setelah prosesi pernikahan, jenazah Sulistyowati langsung dikuburkan," ujar Herlambang.

Kanit Reskrim Polsek Benowo, AKP Didik Tri W, mengatakan korban tengah melintas menggunakan sepeda motor matik di dekat lokasi kejadian. Tiba-tiba, bangunan tersebut runtuh dan menimpa korban.

" Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Muji Rahayu, tapi tidak tertolong," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar