Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej. (Foto: The Richest Life)
Dream – Suasana berkabung menyelimuti Thailand. Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, mangkat pada Kamis, 13 Oktober 2016, karena sakit.
Dilansir dari International Business Times, Jumat 14 Oktober 2016, pria penyuka musik ini naik tahta saat berusia 18 tahun pada 1946. Dia dinobatkan sebagai raja untuk menggantikan kakaknya, Raja Ananda Mahidol, yang tewas ditembak.
Sepanjang masa kekuasaannya, Bhumibol punya pengaruh yang penting bagi situasi politik di Thailand. Dia pun berhasil menyeimbangkan kekuatan di tengah iklim politik yang bergejolak. Tak hanya itu, raja yang meninggal dunia pada usia 88 tahun ini juga dicintai rakyat karena dekat dengan rakyatnya.
Selain terkenal dekat dengan rakyat, Bhumibol juga merupakan salah satu raja terkaya di dunia.
Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah kekayaannya. Akan tetapi, kekayaannya disebut mencapai US$30 miliar-US$40 miliar atau setara Rp391,79 triliun sampai Rp522,38 triliun.
© Dream
Kekayaan ini didapat dari kepemilikan properti. Kerajaan memiliki beberapa kawasan real estate di Bangkok dan pusat Thailand. Kerajaan juga menyewakan lahan atau properti untuk mensubsidi sewa.
Raja Bhumibol memiliki 3.320 hektar lahan Bangkok dan 13.200 lahan di kota dan perusahaan holding yang dimiliki kerajaan lainnya. Hanya 7 persen lahan yang disewakan secara komersial dan mereka disewakan dengan tarif 4 persen dari nilai pasar.
© Dream
Selain kepemilikan properti, Bhumibol juga mendapatkan kekayaan dari investasi. Perusahaan pengelola aset dan properti raja, The Crown Property Bureau (CPB), memiliki 23 persen saham bank terbesar di Thailand, Siam Commercial Bank.
Sekadar informasi, Siam Commercial Bank ini memiliki nilai sebesar US$23 miliar atau Rp300,37 triliun pada 2013. CPB juga memegang 32 persen saham perusahaan semen Thailand, Siam Cement Group—perusahaan yang bernilai US$12,6 miliar atau Rp116,55 triliun.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya