Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Umat muslim di Islandia dalam waktu dekat akan memiliki masjid untuk pertama kalinya. Keputusan ini menyusul rencana umat muslim Islandia merealisasikan rencana pembangunan masjid yang akan berlangsung pekan depan.
Masjid yang berlokasi di kota Reykjavik itu telah mendapat izin pembangunan dari Dewan Kota. Ketua Asosiasi Muslim Islandia Ibrahim Sverrir Agnarsson menyebut pengajuan izin pembangunan telah dilakukan sejak setahun silam.
Proyek pembangunan masjid yang dapat menampung 1.200 jamaah merupakan kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Islam Islandia. Sebagai agama minoritas, upaya pembangunan masjid bukan tanpa kendala. Muslim Islandia sempat mendapat penolakan keras dari kelompok yang menamakan diri Stop Islamisasi Islandia.
Melalui akun Facebook, kelompok itu menyerukan penghentian proyek hingga melakukan aksi tidak terpuji yang dilakukan di atas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan masjid.
Menanggapi penolakan itu, Partai Progresif Islandia Sveinbjorg Birna Sveinbjorsdottir menyerukan upaya diskusi dan pemungutan suara untuk mencari jalan tengah.
Namun pimpinan Asosiasi Islandia-Palestina, Salmann Tamimi mengatakan langkah tersebut terasa tidak adil karena hal yang sama tidak berlaku pada rencana pembangunan gereja. Pihaknya tidak menerima referendum untuk pembangunan tempat ibadah mengingat hal itu berhubungan dengan hak asasi manusia.
Melansir World Bulletin, masjid pertama di negara yang mayoritas penduduknya merupakan suku Skandinavia akan berdiri di atas lahan seluas 8.600 meter persegi. Sebuah ruang ibadah, pusat komunitas, perpustakaan, dan menara setinggi 30 kaki akan melengkapi kemegahan masjid yang diprediksi akan menelan biaya pembangunan hingga USD 3,3 juta atau sekitar Rp 38,83 miliar. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya