Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Islandia Segera Miliki Masjid Pertama

Reporter : Ervina
Senin, 9 Juni 2014 11:50
Islandia Segera Miliki Masjid Pertama
Masjid yang akan berdiri di atas lahan seluas 8.600 meter persegi dapat menampung hingga 1.200 jamaah yang dilengkapi sebuah ruang ibadah, pusat komunitas, perpustakaan, dan menara setinggi 30 kaki.

Dream - Umat muslim di Islandia dalam waktu dekat akan memiliki masjid untuk pertama kalinya. Keputusan ini menyusul rencana umat muslim Islandia merealisasikan rencana pembangunan masjid yang akan berlangsung pekan depan.

Masjid yang berlokasi di kota Reykjavik itu telah mendapat izin pembangunan dari Dewan Kota. Ketua Asosiasi Muslim Islandia Ibrahim Sverrir Agnarsson menyebut pengajuan izin pembangunan telah dilakukan sejak setahun silam.

Proyek pembangunan masjid yang dapat menampung 1.200 jamaah merupakan kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Islam Islandia. Sebagai agama minoritas, upaya pembangunan masjid bukan tanpa kendala. Muslim Islandia sempat mendapat penolakan keras dari kelompok yang menamakan diri Stop Islamisasi Islandia.

Melalui akun Facebook, kelompok itu menyerukan penghentian proyek hingga melakukan aksi tidak terpuji yang dilakukan di atas lahan yang akan digunakan untuk pembangunan masjid.

Menanggapi penolakan itu, Partai Progresif Islandia Sveinbjorg Birna Sveinbjorsdottir menyerukan upaya diskusi dan pemungutan suara untuk mencari jalan tengah. 

Namun pimpinan Asosiasi Islandia-Palestina, Salmann Tamimi mengatakan langkah tersebut terasa tidak adil karena hal yang sama tidak berlaku pada rencana pembangunan gereja. Pihaknya tidak menerima referendum untuk pembangunan tempat ibadah mengingat hal itu berhubungan dengan hak asasi manusia.

Melansir World Bulletin, masjid pertama di negara yang mayoritas penduduknya merupakan suku Skandinavia akan berdiri di atas lahan seluas 8.600 meter persegi. Sebuah ruang ibadah, pusat komunitas, perpustakaan, dan menara setinggi 30 kaki akan melengkapi kemegahan masjid yang diprediksi akan menelan biaya pembangunan hingga USD 3,3 juta atau sekitar Rp 38,83 miliar. (Ism)

Beri Komentar