Kisah Menakjubkan `Messi dari Baghdad`

Reporter : Sandy Mahaputra
Senin, 9 Juni 2014 07:07
Kisah Menakjubkan `Messi dari Baghdad`
Seorang anak kecil terlihat melompat ke sana ke mari dengan frustasi. Bahkan jika ia lelah atau gembira, ia akan tetap melompat, karena ia hanya memiliki satu kaki. Ia sedang bermain sepak bola.

Dream - Seorang anak kecil terlihat melompat ke sana ke mari dengan frustasi. Bahkan jika ia lelah atau gembira, ia akan tetap melompat, karena ia hanya memiliki satu kaki. Ia sedang bermain sepak bola di lapangan berdebu di Irak dan mengenakan jersey Barcelona dengan tulisan Messi 10 di bagian belakangnya.

Dia bermain sebagai kiper dan sedang mendapat cemoohan dari rekan satu timnya, " pergi saja menjual tomat, kamu bahkan tidak perlu dua kaki untuk kerja seperti itu."

Itulah cuplikan film berjudul Baghdad Messi yang mengisahkan hidup Hamoudi, 10 tahun, yang terobsesi untuk bisa bermain sepak bola dengan indah. Film tersebut diputar perdana di Brasil pekan lalu sebagai bagian dari CineFoot, festival film tahunan yang hanya memutar film-film yang berhubungan dengan sepak bola. Tahun ini CineFoot digelar di Rio de Janeiro, Brasil.

Jelang Piala Dunia yang kurang seminggu lagi, " Baghdad Messi" akan memulai turnya di Brasil sebagai bagian dari CineFoot dan akan diputar di lebih dari 12 kota. Sahim Omar Kalifa, penulis dan sutradara Baghdad Messi, akan tetap berada di Belgia selama perhelatan Piala Dunia bulan ini. Tetapi sebagai seorang penggemar sepak bola, dia merasa senang filmnya sedang diputar di negara yang terkenal sebagai rumah spiritual sepak bola dunia.

" Di Irak, Brasil memiliki fans terbanyak," kata Kalifa. " Mereka sangat suka Brasil, karena rakyat Irak segila orang Brasil jika menyangkut sepak bola. Disebutkan, bahwa sekitar 90 persen orang-orang di Irak bermain sepak bola," imbuh Kalifa.

Mengetahui filmnya akan diputar selama perhelatan Piala Dunia 2014, Kalifa merasa spesial dan menjadi simbolis. Hal itu dikarenakan turnamen empat tahunan itu saat ini tengah digelar di Brasil.

Kalifa lahir di Kurdistan pada tahun 1980 dan pindah ke Belgia pada tahun 2001 untuk tinggal bersama orangtuanya. Ide untuk menulis Baghdad Messi berasal dari kerinduannya sendiri, karena tidak bisa bermain sepak bola dengan teman-temannya lagi di Irak.

" Ketika saya masih di Irak, saya bermain sepakbola setiap hari dan itu membuat saya benar-benar sangat senang," katanya.

" Ketika saya pindah ke Belgia, saya berhenti main sepak bola dan setelah beberapa saat saya merasa tidak bahagia seperti yang saya harapkan sebelumnya. Saya kemudian menyadari, kesedihan saya diakibatkan karena tidak bisa bermain sepak bola lagi di Belgia," kenang Kalifa.

Menurut Kalifa, film Baghdad Messi menceritakan tentang cinta dan bagaimana cinta bisa membuat hidup kita begitu menyenangkan dan penuh kelembutan. Film berdurasi 16 menit tersebut membutuhkan waktu lebih dari lima bulan untuk menyelesaikannya. Sementara biaya pembuatannya menelan dana antara USD 130 ribu dan USD 150 ribu.

Sebagian biaya film didanai oleh Enjaaz, sebuah inisiatif di Dubai Film Market. Film ini juga diproduksi bersama Dubai Entertainment and Media Organisation. Soal keterlibatan insan film Dubai di film ini, Kalifa menjawab, " Mungkin mereka menyukai ceritanya."

Sejak memulai debutnya di Festival Film Dubai pada Desember 2012, Baghdad Messi telah memenangkan lebih dari 40 penghargaan dari seluruh dunia. Dari Argentina, Armenia, Montenegro hingga Maroko. Namun hadiah terbesar bagi Kalifa atas filmnya adalah sebuah festival film di Bermuda awal tahun ini.

" Penghargaan The Best Short Film di Festival Film Internasional Bermuda sangat menarik bagi kami karena dengan memenangkan penghargaan ini, film Baghdad Messi memenuhi syarat untuk masuk Oscar tahun depan," katanya. Dia berharap film Baghdad Messi bisa masuk sebagai salah satu dari lima nominasi Oscar di bulan Januari tahun depan. (Ism)

Beri Komentar