Jadi Tuan Rumah MTQN ke-26, Mataram `Berpeci dan Berjilbab`

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 2 Agustus 2016 12:02
Jadi Tuan Rumah MTQN ke-26, Mataram `Berpeci dan Berjilbab`
Hampir semua orang, baik sopir taksi, satpam, penjaga toko, resepsionis hotel maupun tukang parkir mengenakan peci bagi pria dan jilbab bagi wanita selama pelaksanaan MTQN.

Dream - Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokasi digelarnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-26. Gelaran ini berlangsung sejak 27 Juli hingga 7 Agustus 2016.

Ada yang berbeda dengan pemandangan Kota Mataram selama pelaksanaan MTQ. Hampir semua orang, baik sopir taksi, satpam, penjaga toko, resepsionis hotel maupun tukang parkir mengenakan peci bagi pria dan jilbab bagi wanita.

Seperti yang dijalankan Ismail, 23 tahun. Pria yang merupakan sopir taksi itu mengatakan terdapat istruksi yang menganjurkan seluruh umat Islam Mataram mengenakan peci dan jilbab. Instruksi itu berasal dari Walikota Mataram Ahyar Abduh dalam rangka menghormati pelaksanaan MTQ.

" Bahkan lagu mars MTQ dinyanyikan di sekolah-sekolah dan madrasah-madrasah sejak tanggal 1 (Juli) kemarin," ujar Ismail, dikutip dari laman kemenag.go.id, Senin, 1 Agustus 2016.

" Walikota sini kan Tuan Guru (kiai), Gubernur juga Tuan Guru, jadi kami dianjurkan untuk memakai peci dan jilbab," ucap Ismail.

Karyawan salah satu restoran di Mataram, Maghrip, 24 tahun, mengatakan penggunaan peci dan jilbab merupakan anjuran. Dia mengaku mengenakan peci dengan sukarela.

" Ini hanya anjuran untuk menghormati tamu yang sedang mengikuti MTQN. Untuk yang non-muslim tidak dianjurkan, hanya yang muslim saja," kata pria asal Lombok Tengah tersebut.

Saat pembukaan di Islamic Center pada Sabtu lalu, Gubernur NTB Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi mengatakan seluruh masyarakat NTB menyambut gembira pelaksanaan MTQ Nasional ke-26 ini. Tidak hanya umat Islam, seluruh masyarakat dari beragam latar belakang agama turut bersuka cita.

" Seluruh kelompok masyarakat NTB menyambut MTQN ini dengan suka cita. Para Saudara kita dari Tionghoa memasang lampion-lampion di jalan untuk menghormati perlombaan ini," kata Zainul.

" Bahkan saudara kita dari Nasrani memberi surat kepada saya, menyatakan mendukung penuh MTQN. Seraya bertanya, apa yang bisa kami bantu dan harus koordinasi dengan siapa? Semua pihak mendukung dan siap mengamankan MTQN ini," kata Zainul. (Ism) 

Beri Komentar