5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Badriyah Amirullah Duduk Sendirian Di Kursi Pelaminan. (Foto: Badriyah Amirullah)
Dream - Semua pasangan pasti menginginkan hari pernikahan mereka menjadi hari yang paling bersejarah dan membahagiakan. Tetapi tidak bagi seorang pengantin perempuan asal Johor, Malaysia ini,
Di hari paling spesial dalam hidupnya, pengantin wanita itu terpaksa menjalani hari pernikahannya sendirian. Kemana sang suami?
Laman New Straits Times melaporkan, Mohamad Syaiful Izwan Mohamad Shah suami dari wanita bernama Badriyah Amirullah itu tak mendapatkan izin cuti dari tempatnya bekerja.
Mengenakan pakaian pengantin lengkap di acara pernikahannya yang digelar di Teluk Intan, pada hari Minggu, 18 Maret lalu, wanita 26 tahun itu harus duduk sendirian di kursi pelaminan karena suaminya sedang menjalani pelatihan sebagai petugas pemadam kebakaran.
Acara pernikahan itu sendiri digelar di rumah mempelai wanita di Kampung Melayu Majidee, Johor.
Sedangkan resepsi di rumah mempelai pria ditunda empat bulan kemudian untuk menampung keluarga besar Syaiful yang berada di Terengganu, Kedah, dan Perak.
© Badriyah Amirullah dan Syaiful Izwan usai akad nikah. (Foto: Badriyah Amirullah)
Dream - Badriyah awalnya senang ketika mengetahui bahwa suaminya mendapat izin cuti 3 hari untuk menghadiri pernikahan mereka. Dan Saiful wajib kembali ke markas pada 19 Maret silm.
" Jadi kami pikir tidak ada masalah. Kami sangat senang akhirnya bisa 'bersanding' untuk kedua kalinya. Tapi ternyata kita hanya bisa berencana, Allah yang menentukan," tutur Badriyah.
Menurut wanita yang bekerja sebagai asisten keselamatan di sebuah pabrik di Johor Bahru itu, suaminya baru akan menyelesaikan pelatihannya pada Juni mendatang sebelum ditugaskan secara penuh.
Badriyah kemudian bercerita bagaimana sedihnya dia ketika harus 'bersanding' sendirian di kursi pelaminan sehingga hampir saja menangis.
Beruntung, mertuanya bisa menghibur dan menenangkan hatinya sehingga dia bisa menjalani acara pernikahannya dengan baik.
© Dream
Dream - " Saya berterima kasih kepada mertua saya yang terus berusaha menghibur dan menenangkan saya. Mereka bilang saya harus kuat dan santai saja, karena semua persiapan menikah sudah siap," katanya.
Badriyah mengaku dia mungkin tidak akan kuat saat berjalan di depan para tamu sendirian jika tidak ada mertuanya.
Ketika menjelang acara bersanding, Badriyah sebenarnya sudah tidak mau lagi mengenakan busana pengantin.
Sebab, dia akan merasa kikuk duduk sendirian di kursi pelaminan. Namun, Syaiful mendesaknya untuk tetap memakai busana pengantin.
" Dia bilang lebih baik tetap memakainya saja. Karena 'kamu masih seorang pengantin', apalagi nanti banyak saudara yang datang," kata Badriyah.
Badriyah menguatkan dirinya ketika datang di gedung Mini Arena Square, Chenderong Balai. Sebab, para tamu merasa heran dengan pengantin wanita yang muncul sendirian tanpa didampingi pengantin pria.
" Tentu saja saya merasa malu. Siapa sih yang tidak, ketika melihat suami tidak datang di hari 'bersanding' seperti itu? Tapi sebagai menantu perempuan pertama, saya harus berani dan berhasil sampai akhir acara," tutur Badriyah.
Sementara itu, Badriyah tidak mau ada pihak yang menyalahkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan karena tidak memberi izin cuti menikah kepada suaminya.
" Badai pasti berlalu. Saya dan keluarga bersyukur bahwa suami saya dikaruniai kesempatan untuk menjadi pemadam kebakaran. Tapi pengalaman bersanding sendirian di hari pernikahan tidak mungkin saya lupakan dalam waktu dekat," pungkas Badriyah.
(Sumber: New Straits Times)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?