Kartu Nama `Panas` Bikin Kesal Penduduk Dubai

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 20 Agustus 2014 07:30
Kartu Nama `Panas` Bikin Kesal Penduduk Dubai
Meningkatnya jumlah kartu pijat yang diselipkan di mobil dan pada pintu apartemen menjadi sesuatu yang mengganggu warga Dubai. Mereka yakin aksi tersebut harus dihentikan.

Dream - Sebuah fenomena bisnis baru terjadi di Dubai. Saat ini banyak bertebaran kartu-kartu nama mempromosikan pijat khusus di wiper kaca depan mobil atau sekitar jendela. Tidak hanya itu, Warga Dubai juga menjumpai kartu pijat di apartemen atau di kantor tempat mereka bekerja.

Meningkatnya jumlah kartu pijat yang diselipkan di mobil dan pada pintu apartemen menjadi sesuatu yang mengganggu warga Dubai. Mereka yakin aksi tersebut harus dihentikan.

Kepada Gulf News, seorang pejabat senior di Department of Economic Development (DED) Dubai menjelaskan bahwa iklan di kartu nama adalah ilegal.

Dan sesuai kesepakatan antara Departemen Tenaga Kerja dan Kementerian Dalam Negeri, perusahaan tidak diizinkan menyuruh karyawannya mendistribusikan kartu nama di jalan-jalan.

" Inspektur kami kadang-kadang menyamar sebagai pelanggan untuk mengkonfirmasi apakah ada kegiatan ilegal dan, berdasarkan itu, inspektur kemudian akan mengambil tindakan yang tepat, selain mengenakan denda," katanya.

Namun, orang yang tinggal di distrik Tecom, City International dan Media City khususnya tidak menemukan adanya perubahan terkait maraknya aksi penyebaran kartu nama ilegal itu.

Setiap kali mereka memarkir mobil di wilayah tersebut pada hari tertentu, mereka melihat sejumlah ekspatriat Cina mondar-mandir di antara tempat parkir dan menyelipkan kartu nama di mobil-mobil yang diparkir.

Mohammad Sameer, seorang penduduk International City, mengatakan bahwa jumlah kartu yang ditemukannya setiap hari telah meningkat dalam 2-3 bulan terakhir. Dari tiga sampai hampir tujuh kartu setiap hari dan belum ada tanda-tanda untuk menghentikan penyebaran kartu ilegal itu.

" Belum ada yang melakukan sesuatu untuk menghentikan orang-orang Cina dari melakukan hal ini. Aku benar-benar tidak mengerti mengapa sulit melacak mereka dan menangkap mereka," kata Sameer denga kesal.

Sameer menambahkan bahwa ia juga telah melihat orang-orang yang sama menyelinap ke dalam gedung dan meninggalkan kartu di pintu apartemen, kadang-kadang dengan gambar porno tercetak di atasnya.

" Ada banyak anak-anak yang tinggal di sekitar sini dan mereka tidak boleh melihat gambar tersebut. Saya pernah menyita kartu dari seorang penyebar kartu. Tapi itu tidak ada gunanya karena mereka masih memiliki seratus lebih dalam tasnya."

Warga lain yang tinggal di Tecom mengatakan bahwa ia telah menghadapi masalah yang sama dan telah melihat hal itu terjadi tidak hanya di Tecom tetapi juga di Media City.

" Jika saya meninggalkan mobil saya diparkir di Tecom kurang dari 10 menit, saya bisa mendapatkan 5 atau 10 kartu tergantung dalam sehari," kata Abdul Majeed Al Mojalid.

" Gambar-gambar di kartu-kartu menunjukkan bahwa mereka adalah pusat pelacuran. Saya aktif melawan perdagangan manusia dan jika orang-orang ini membantu perdagangan manusia, mereka harus dihentikan segera," kata Al Mojalid.

Al Mojalid, seperti Sameer, juga berusaha untuk menghentikan orang dari mendistribusikan kartu dengan mengejar mereka dan meminta mereka untuk menghentikan apa yang mereka lakukan. Tapi ia mengatakan bahwa mereka akan berpura-pura bahwa mereka tidak berbicara bahasa Inggris dan kemudian segera melarikan diri. (Ism)

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting