Covid-19 Melonjak, Jepang Evakuasi Warganya dari Indonesia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 15 Juli 2021 10:01
Covid-19 Melonjak, Jepang Evakuasi Warganya dari Indonesia
Menteri Sekertaris Kabinet Jepang Katsunobu Kato mengatakan, mereka akan mendukung penerbangan khusus bagi warga yang ingin pulang dari Indonesia.

Dream - Sebanyak 50 warga negara Jepang yang bekerja di Indonesia kembali ke negaranya, Rabu 14 Juli 2021. Mereka pulang kampung karena kasus Covid-19 terus melonjak.

Salah satu media Jepang, Nikkei Asia, menulis bahwa pemerintah Negeri Matahari Terbit, melalui Menteri Sekertaris Kabinet, Katsunobu Kato, mengatakan, mereka akan mendukung penerbangan khusus bagi warga yang ingin pulang dari Indonesia.

" Dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang, kami telah memutuskan untuk mengambil tindakan... sehingga orang-orang Jepang yang ingin kembali dapat kembali ke Jepang sesegera mungkin, dan sebanyak mungkin orang," katanya kepada para wartawan.

1 dari 3 halaman

Satu perusahaan Jepang bahkan dikabarkan sudah mencarter pesawat yang akan mengavakuasi para pekerja dan anggota keluarganya keluar dari Indonesia.

Kato menyebutkan beberapa warganya yang ingin meninggalkan Indonesia akan dipulangkan Rabu 14 Juli 2021, dengan penerbangan khusus yang diatur oleh maskapai Jepang.

" Setelah itu, kami berencana melakukan upaya serupa dalam menanggapi permintaan dari warga Jepang," imbuhnya.

Setelah itu, warga Jepang yang kembali dari Indonesia akan dikarantina selama 10 hari demi mencegah persebaran virus Corona ke negara tersebut.

Sumber: Asia Nikkei

 

2 dari 3 halaman

Virus Corona Varian Delta Masih Menggila, Muncul Jenis 'Delta Plus' Lebih Bahaya

Dream - Di tengah laju penyebaran virus corona varian Delta yang belum sepenuhnya terkendali, Pemerintah India mengumumkan kemunculan mutasi baru yang dinamai Delta Plus dengan kode AY.1. Varian ini kini dilabeli dengan " Varian of Concern" atau mendapat perhatian serius dari Pemerintah India.

Keputusan ini diumumkan pada Selasa, 22 Juni 2021 waktu setempat, setelah para peneliti Konsorsium Laboratorium Genom Sequencing melaporkan temuan mereka kepada Pemerintah India. dalam laporannya, para peneliti mengungkapkan telah menemukan bukti yang menunjukkan varian baru lebih mudah menular.

Varian baru tersebut mampu mengikat sel-sel paru-paru secara lebih kuat. Juga potensial resisten terhadap pengobatan antibodi monoklonal.

Sedikitnya ada 22 kasus Covid-19 disebabkan varian Delta Plus yang terdeteksi di India. Temuan didapat dari tiga negara bagian yaitu Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga telah menyarankan negara-negara bagian ini untuk mengambil tindakan penahanan segera pada distrik dan klaster yang menjadi basis kemunculan varian ini. Langkah-langkah yang disarankan termasuk mencegah kerumunan dan percampuran orang, pengujian luas dan pelacakan segera serta vaksinasi luas.

3 dari 3 halaman

Pengetatan Pembatasan

" (Pemerintah pusat) telah mengirim nasihat ke negara-negara bagian ini tentang respons kesehatan masyarakat mereka. Langkah-langkahnya, sementara secara luas tetap sama seperti yang telah diterapkan oleh mereka sebelumnya, harus menjadi lebih fokus dan efektif," ujar anggota perumus kebijakan pemerintah, VK Paul.

Paul menegaskan pihaknya tidak ingin kasus yang masih kecil ini menjadi lebih besar. Tiga negara bagian tersebut diminta untuk segera mengirimkan sampel mereka yang sudah dinyatakan positif ke laboratorium pemerintah untuk studi epidemiologi lebih lanjut.

Varian Delta dengan K417N ini telah ditemukan di beberapa negara lain, antara lain Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Nepal, Polandia, Portugal, Rusia, Swiss, dan Turki. Mayoritas dari kasus yang dilaporkan ini berasal dari AS, Inggris, dan Portugal.

Sejauh ini tidak ada data yang tersedia tentang seberapa efektif vaksin yang saat ini digunakan di India terhadap Delta Plus. Pemerintah mengatakan akan membagikan informasi ini ketika dan ketika tersedia, dikutip dari Straits Times.

 

Beri Komentar