Ada 5.071 Titik Api, Ini 2 Daerah dengan Kebakaran Hutan dan Lahan Terparah

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 16 September 2019 08:48
Ada 5.071 Titik Api, Ini 2 Daerah dengan Kebakaran Hutan dan Lahan Terparah
Arah angin membawa kabut asap menyebar.

Dream - Provinsi Riau dan Jambi menjadi lokasi dominan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebakaran hutan ini menyebabkan wilayah di sekitarnya tertutup kabut asap.

Kabut asap kiriman dari Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, serta daerah lainnya terus berdatangan dibawa tiupan angin ke ibu kota Provinsi Riau.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat BNPB, Agus Wibowo, menuturkan, dari pantauan satelit Aqua, Terra, SNNP pada katalog modis LAPAN hingga Jumat pukul 07.10 WIB, BNPB mencatat total 5.071 titik api.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran asap di Sumatera dan Kalimantan terjadi karena arah angin dari tenggara-barat daya ke barat laut-timur laut.

" Arah sebaran asap di Riau, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, menyebar ke arah timur laut. Sementara sebaran asap di wilayah Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Tengah menyebar ke arah barat laut," tulis BMKG.

BNPB mencatat titik panas, yakni kategori sedang (30-79 persen), serta sebanyak 2.938 dan kategori tinggi atau lebih dari 80 persen.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, mengatakan, saat ini sebanyak 175 orang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran hutan. Para tersangka ditangani enam kepolisian daerah.

" Polri masih fokus dalam hal penyelesaian pemberkasan," ujar Dedi, dilaporkan Liputan6.com, Jumat 13 September 2019.

Dedi mengatakan, selain 175 tersangka, polisi juga menetapkan empat korporasi atau perusahaan yang bertanggung jawab atas kebakaran hutan tersebut.

1 dari 6 halaman

Ide Konyol Netizen Malaysia Kirim Balik Kabut Asap ke Indonesia

Dream - Kabut asap yang diduga berasal dari Indonesia membuat resah warga Malaysia. Pemerintah negara tetangga tersebut bahkan sudah meliburkan ratusan sekolah dan menunda ujian di Serawak.

Dengan bantuan media sosial, warganet Malaysia membuat inisiatif dan melakukan aksi protes. Mereka bahkan mencari berbagai cara untuk bisa mengembalikan kabut asap ke Indonesia.

Seorang warganet di Twitter mengajak warga Malaysia untuk bergerak mengembalikan jerebu tersebut pada 16 September 2019.

" Aku memanggil seluruh warga Malaysia untuk keluar pada tanggal 16, bawa kipas duduk atau berdiri dan arahkan ke Indonesia. Secara bersama-sama, kita dapat menghembuskan kembali jerubu ke Indonesia! Ayo warga Malaysia!" kata warganet diakses dari World of Buzz, Jumat, 13 September 2019.

Dia juga mengunggah dua foto rencana mengembalikan jerubu ke Indonesia. Gambar itu menunjukkan rekaman layar yang mengarahkan kipas angin ke Sumatera.

Selain rencana unik itu, dia juga mengunggah harga dan jenis kipas terbaik yang harus digunakan.

Sekitar tiga jam kemudian, dia juga mengunggah foto desain kipas angin dari Menara Kuala Lumpur yang diubah menjadi kipas angin raksasa.

2 dari 6 halaman

Kabut Asap Parah, 409 Sekolah di Malaysia Libur & Ujian Ditunda

Dream - Sekitar 409 sekolah di Sarawak telah diperintahkan untuk diliburkan pada Selasa, 10 September 2019 karena serangan kabut asap.

Dilaporkan The Star, Dinas Pendidikan Malaysia meliburkan sebanyak 62 sekolah menengah dan 347 sekolah dasar di Betong, Bau, Kuching, Lubok Antu, Padawan, Samrahan, Serian, Sri Aman dan Lundu.

Akibat kondisi ini, sebanyak 157.479 siswa harus belajar mandiri. Ujian Pencapaian Sekolah Rendah (UPSR), semacam Ujian Akhir Sekolah (UAS), akan dijadwalkan ulang.

Sebelumnya, Senin, 9 September 2019, Dinas Pendidikan Malaysia telah mengeluarkan imbauan penutupan ke sekolah-sekolah di daerah dengan tingkat indeks pencemar udara (API) di atas 200.

Dinas Pendidikan juga mengatakan ujian publik akan ditunda jika API melebihi 300.

Pada Selasa siang, API di seluruh Sarawak berkisar dari sedang hingga tidak sehat. Di Sri Aman mencatat pembaca API berada di angka 190.

API yang dikeluarkan oleh Departemen Lingkungan terdiri dari kategori, Baik (0-50), sedang (51-100), tidak sehat (101-200), sangat tidak sehat (201-300) dan berbahaya (301 ke atas).

3 dari 6 halaman

Titik Panas di Kalimantan

 Laporan titik panas (Foto: BNPB)

Laporan titik panas (Foto: BNPB)

Dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejumlah kebakaran hutan tercatat dua kepulauan, Sumatera dan Kalimantan.

Di Sumatera, tiga wilayah terpantau ada 317 titik panas di Riau, 636 titik panas di Jambi, dan 377 titik panas di Sumatera Selatan. Sementara itu di Pulau Kalimantan, yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia, ada 923 titik panas di Kalimantan Barat, 1.220 titik panas di Kalimantan Tengah, dan 193 titik panas di Kalimantan Selatan.

4 dari 6 halaman

Jokowi Ancam Copot Pangdam & Kapolda yang Tak Becus Atasi Kebakaran Hutan

Dream - Jokowi mengancam akan mencopot Kapolda dan Pangdam yang tak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia tak ingin peristiwa karhutla 2015 terulang kembali.

" Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan jika tak bisa atasi karhutla)," kata Jokowi, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 6 Agustus 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo ini mengaku telah menelepon Panglima TNI dan Kapolri mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dia menyinggung, kebakaran hutan dan lahan pada 2015 telah mengakibatkan kerugian hingga Rp221 triliun.

Dibandingkan 2015, kebakaran hutan tahun ini menurun 81 persen. Tetapi, dibanding 2018, tahun ini mengalami kenaikan. " Harusnya ini tiap tahun turun, menghilangkan total," kata dia.

Jokowi meminta pemerintah daerah berkomunikasi dengan Kapolda dan Pangdam untuk menangani kebakaran hutan serta pencegahannya.

" Api sekecil apa pun segera padamkan. Kerugian gede sekali kalau kita hitung. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai," ucap dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

5 dari 6 halaman

99% Kebakaran Hutan dan Lahan Karena Ulah Manusia

Dream - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia 99 persen disebabkan oleh ulah manusia. Kebakaran akibat alam hanya terjadi 1 persen. 

Beberapa pemicu kebakaran akibat ulah manusia diantaranya buang putung rokok atau membakar sampah, disengaja karena ingin membuka lahan, dan disengaja karena dibayar.

" Alasannya adalah dampak kurangnya lapangan kerja," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, dalam keterangan resminya, Selasa, 5 Maret 2019.

Doni menduga masalah utama terjadinya pembakaran hutan terletak pada faktor ekonomi masyarakat. Solusi untuk mengatasi persoalan ini adalah meningkatkan komoditas ekonomi rakyat seperti kopi dan lada.

Kepala Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan, khusus di Riau, sebanyak tiga stasiun pemantau cuaca disiapkan untuk mendeteksi cuaca dan titik panas.

 Kondisi lahan yang terancam kebakaran hutan

Meski begitu, kata Dwikorita, alat milik BMKG masih memiliki kelemahan. " Baru dapat mendeteksi zona lebih dari 500 meter persegi," ujar dia.

6 dari 6 halaman

Indonesia Merugi Rp221 T karena Bencana

Deputi dari Badan Restorasi Gambut (BRG) Haris Gunawan menambahkan gambut di Riau tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat. Bekerjasama dengan BPPT, lembaganya mengembangkan inovasi pemantauan gambut secara realtime dengan menggunakan Android. 

" Lahan gambut di Riau, dalam keadaan merah. Sehingga kita perlu meningkatkan kesiapsiagaan.  Perlu adanya air untuk menyeimbangkan ekosistem, restorasi gambut, pelibatan masyarakat, dan peringatan dini terhadap kebakaran lahan gambut. Harus jelas kepemilikan lahan untuk memudahkan pemadaman, dan sejahterahkan rakyat," kata Haris.

Selain berbicara mengenai kebakaran hutan, Doni juga menyebut kondisi penanggulangan bencana di Tanah Air. Dia menyebut pentingnya menguatkan penanggulangan bencana.

Doni menjelaskan kerugian ekonomi Indonesia akibat bencana alam mencapai Rp221 triliun pada 2015. Sementara itu, korban bencana selama 18 tahun terakhir mencapai 1.220.701 orang.(Sah)

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal