Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Membantah Kabar Pengawasan Rohis.
Dream - Beberapa waktu yang lalu santer dikabarkan Kementerian Agama (Kemenag) berniat mengawasi kegiatan ekstrakulikuler Rohani Islam, atau Rohis. Pengawasan itu karena Rohis diduga turut serta menjadi saluran penyebaran paham radikal.
Tetapi, dalam kunjungannya ke Pasuruan, Jawa Timur, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin membantah pernyataan itu.
Menurut dia, pemberitaan di media sosial mengenai pengawasan Rohis sama sekali tidak benar. Sesungguhnya, dia hanya meminta kepala sekolah dan madrasah memperhatikan kegiatan keagamaan yang dibuat para siswanya.
" Terkait pemberitaan di sosial media bahwa saya dinilai mencurigai aktivitas Rohis, itu sama sekali tidak benar," kata Lukman di laman resmi kemenag.go.id, Senin, 10 Juli 2017.
Lukman menduga ada media yang salah mengutip pernyataannya. " Sesungguhnya, yang benar adalah saya mengajak semua guru-guru untuk dapat memberikan perhatian penuh kepada siswa-siwa kita," ujar dia.
Pemberitaan surat kabar nasional edisi Sabtu, 8 Juli 2017 berjudul " Menag Minta Rohis Diawasi" menuai banyak komentar dari warga masyarakat. Dalam berita itu Lukman dianggap was-was dengan keberadaan Rohis.
Kalimat yang dianggap menyudutkan Rohis yaitu, " Jadi setiap madrasah, sekolah apapun jenjangnya, apakah dasar, menengah, atau atas, khususnya para kepala sekolahnya, harus lebih memberikan perhatian yang besar, khususnya terkait kegiatan keagamaan yang dilaksanakan para siswa-siswinya." (ism)