Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Perawat Meninggal Akibat Infeksi Corona, 5 Tahun Belum Mudik. (Foto: DailyMail)
Dream - Seorang perawat yang terinfeksi virus corona dan berada dalam satu bangsal dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, akhirnya meninggal dunia.
Perawat bernama Larni Zuniga itu dirawat di ruang perawatan intensif yang sama dengan PM Inggris di Rumah Sakit St Thomas di London.
Namun yang membuat netizen merasa sedih, pria dari Filipina ini belum pernah pulang ke negaranya dalam lima tahun terakhir.
Pria berusia 54 tahun itu telah bekerja di Inggris selama 12 tahun sebagai perawat di sebuah rumah panti jompo.
Larni mendapat kewarganegaraan Inggris pada bulan Februari 2020 lalu. Rencananya, dia akan membawa Edith, istrinya, ke Inggris pada bulan Juni mendatang.
Tetapi Tuhan memiliki rencana yang lain. Larni dipanggil menghadap yang Maha Kuasa dua bulan lebih cepat akibat infeksi virus corona.
Duka mendalam sangat dirasakan putrinya Mutya yang memposting rasa kehilangan sang ayah di media sosial.
" Aku tidak bisa berhenti menangis. Ini sangat menyakitkan untuk ditanggung," tulis Mutya.
Sementara sepupunya yang bekerja di NHS mengatakan Larni adalah sosok perawat yang profesional.
" Larni adalah seorang profesional sejati, yang menyentuh kehidupan banyak orang. Dia membuat perbedaan besar bagi banyak orang," kata sepupunya.
Larni bekerja sebagai perawat senior di Surrey Hills Home Care di dekat rumahnya di Godalming.
Kematian Larni terjadi setelah muncul kekhawatiran selama berminggu-minggu, banyak perawat Inggris tidak mendapat perlindungan maksimal dari infeksi virus corona.
Larni benar-benar telah banyak berkorban untuk keluarganya. Dia sudah lama tidak melihat keluarganya demi merawat pasien Covid-19 di perantuan.
Dia sengaja tidak mengabarkan sakitnya agar keluarga di Filipina merasa tenang di tengah pandemi corona, yang menewaskan lebih dari 26 ribu orang lebih di Inggris.
Sumber: DailyMail.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya