Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tradisi Menyalakan Lampu Laila Menyambut Lailatul Qadr Di Sulawesi Tengah (simomot.com)
Dream - Dalam keyakinan umat Islam, Lailatul Qadr memiliki tempat begitu mulia. Lailatul Qadr merupakan malam dicurahkannya seluruh kebaikan kepada umat Islam.
Begitu mulianya malam ini hingga umat Islam berlomba-lomba untuk menyambutnya. Di beberapa daerah di Indonesia, masyarakat memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya malam yang mengandung kebaikan seribu bulan ini.
Salah satu misal adalah tradisi lampu laila pada etnis Banggai, Sulawesi Tengah. Para muslim Banggai selalu menyalakan lampu laila di waktu jelang akhir Ramadan.
Masyarakat Banggai meyakini Lailatul Qadr jatuh pada malam 27 Ramadan. Sehingga, di malam itu mereka menyalakan lampu laila, dimaksudkan untuk menyambut kedatangan Lailatul Qadr.
Lampu-lampu tersebut, yang sebagian besar terbuat dari botol kaca atau bambu dan berbahan bakar minyak tanah diletakkan di depan rumah. Usai berbuka puasa pada malam 27 Ramadan, masyarakat Banggai menyalakan lampu tersebut hingga waktu Subuh.
Sepanjang malam tersebut, masyarakat banyak menjalankan aktivitas ibadah seperti salat malam dan tadarus Alquran. Aktivitas itu akan dikerjakan sejak tengah malam hingga subuh.
Ada persyaratan tertentu dalam menyalakan lampu laila dan tidak bisa dilakukan semua orang. Syarat tersebut seperti sudah menginjak dewasa, mengambil air wudhu, serta membaca surat Al Qadr sebanyak tiga kali.
Surat Al Qadr merupakan surat yang berisi tentang kisah diturunkannya Alquran. Malam pertama kali Alquran disampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW disebut sebagai Lailatul Qadr.
Tidak ada yang mengetahui kapan tradisi ini bermula. Yang jelas, bagi masyarakat Banggai, tradisi ini menjadi semacam kebiasaan yang selalu mereka lakukan untuk menyambut Laitatul Qadr.
(Ism, Sumber: berbagai sumber)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya