Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Rancangan Undang-undang (RUU) Muazin telah mendapat persetujuan Pemerintah dan Parlemen Israel. RUU ini nantinya akan melarang penggunaan pengeras suara untuk azan karena dianggap menimbulkan kebisingan.
Proses pengesahan RUU tersebut justru ditentang komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks Israel. Penyebabnya, RUU itu ternyata juga akan berdampak pada komunitas Yahudi.
Rencananya, RUU ini akan masuk dalam pembahasan parlemen awal pekan ini. Tetapi, Menteri Kesehatan Yaakov Litzman, anggota partai beraliran Ultra-Ortodoks United Torah Judaim langsung bereaksi.
Dalam debat Dewan Menteri Israel, Litzman menolak persetujuan RUU Muazin ini. Dia mengatakan RUU ini juga akan melarang komunitas Yahudi membacakan doa-doa lewat pengeras suara.
Alhasil, pengesahan RUU ini harus ditunda hingga Dewan Menteri kembali menggelar pemungutan suara kedua.
Larangan ini disusun untuk menghapus kebisingan yang berasal dari masjid. Tetapi, dalam teorinya, RUU ini ternyata berlaku untuk semua institusi agama, termasuk sinagoge.
" Selama ribuan tahun, tradisi Yahudi selalu menggunakan pelbagai alat untuk melantunkan doa, termasuk shofars (tanduk domba jantan) dan terompet untuk perayaan Yahudi," kata Litzman.
" Sejak teknologi berkembang, pengeras suara telah digunakan untuk mengumumkan Hari Sabat dengan tingkat volume yang diizinkan dan sesuai dengan setiap aturan," ucap dia.
Litzman menegaskan hukum ini akan menjadi gangguan bagi hubungan yang terjalin antara otoritas agama dan negara.
(Ism, Sumber: alarabiya.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya