Penembakan di Masjid Selandia Baru, 3 WNI Selamat, 3 Hilang

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 15 Maret 2019 13:32
Penembakan di Masjid Selandia Baru, 3 WNI Selamat, 3 Hilang
Tiga WNI berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga sisanya belum diketahui.

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, telah mendapat laporan dari Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya terkait penembakan di Masjid Al Noor Christchurch.

Menurut dia, penembakan itu terjadi pukul 13.40 waktu setempat, saat umat Islam di sana sedang melaksanakan sholat Jumat.

" Informasi yang kita kumpulkan, informasi awal, terdapat 6 Warga Negara Indonesia yang berada di masjid tersebut," kata Retno, dikutip dari Liputan6.com.

Tiga WNI berhasil menyelamatkan diri. Dia kini tengah mencari informasi mengenai kondisi tiga WNI lainnya.

" Kita sedang mencari tiga WNI yang lainnya, dapat saya sampaikan di Christchurch ada sekitar 330 WNI, 130 di antaranya adalah pelajar itu mendengar ada insiden penembakan tersebut, KBRI sudah menerjunkan tim protokel konsuler," kata Retno.

Terkait motif pelaku, Retno menjelaskan belum mendapat informasi terbaru. Dia berharap bisa secepatnya menghubungi tiga WNI yang belum ditemukan.

" Sampai sekarang belum diperoleh informasi dan mudah-mudahan kita berdoa, agar kita bisa mengontak tiga WNI yang lainnya," ucap dia.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Rizki Akbar Hasan)

1 dari 3 halaman

Pelaku Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru Teridentifikasi

Dream - Dua masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, menjadi sasaran penembakan. Dilaporkan banyak korban tewas dalam insiden ini.

Harian New Zealand Herald melaporkan pelaku teridentifikasi sebagai Brenton Tarrant, pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Tarrant cukup aktifi media sosial. Dia bahkan sampai menyiarkan langsung aksinya lewat Facebook.

Siaran dimulai ketika Tarrant mengendarai mobil menuju Masjid Al Noor di Deans Ave lalu memarkirkan mobilnya. Tarrant kemudian mengambil senapan serta amunisinya yang diletakkan di bangku penumpang sebelah sopir.

Setelah itu, Tarrant keluar mobil dan berjalan menuju masjid. Korban pertama yang ditembak pelaku adalah seorang pria yang berada di pintu utama.

Senapan yang digunakan Tarrant penuh dengan tulisan putih. Beberapa tulisan yang terbaca tampak seperti nama-nama orang.

2 dari 3 halaman

Menembak dengan Membabi Buta

Tarrant kemudian masuk masjid dan mulai menembak secara membabi buta. Korban kedua terjatuh di lantai dan berusaha merangkak menyelamatkan diri, namun tetap ditembaki beberapa kali.

Setelah menalukan penembakan, Tarrant berdiri di ujung lorong untuk mencegah kemungkinan adanya orang yang melarikan diri. Orang-orang yang meringkuk di dalam masjid ditembaki tanpa belas kasihan.

Kemudian, pelaku menuju sejumlah ruangan dan kembali melancarkan tembakan. Dia sempat berhenti beberapa kali untuk mengisi amunisi.

Sekitar tiga menit di dalam, pelaku keluar dan kembali menembaki masjid dari arah jalan. Dia juga menembaki sejumlah mobil yang melintas di dekat masjid.

3 dari 3 halaman

Sempat Ambil Amunisi di Mobil

Pelaku lalu menuju berlari menuju mobil vannya yang terparkir di dekat masjid. Bukan untuk kabur, namun mengambil amunisi tambahan.

Dia masuk lagi ke masjid untuk memastikan tidak ada orang selamat. Pelaku kemudian menembaki orang yang tergeletak di lantai.

Setelah itu, pelaku pergi meninggalkan masih namun tetap menembak seorang wanita di jalanan. Dia lalu masuk ke mobil dan langsung kabur.

Menurut laporan yang beredar, korban tewas dalam dua insiden bersamaan itu antara sembilan dan 27 orang. Hingga saat ini, belum ada data resmi dari otoritas setempat mengenai jumlah pasti korban insiden tersebut.

Beri Komentar
Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan