Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Najwa Shihab Wawancara Kursi Kosong (Foto: YouTube Najwa Shihab)
Dream - Program Mata Najwa yang tayang di Trans7 selalu ditunggu masyarakat lantaran format wawancaranya kritis serta mendalam.
Di masa pandemi, Najwa Shihab sebagai pembawa acara program terssebut, fokus menggali berbagai informasi tentang penanganan Covid-19 di Indonesia dengan mengundang berbagai narasumber.
Salah satunya mengundnag Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, sebagai pejabat publik yang berkaitan langsung dengan penanganan Covid-19. Namun, menurut penuturan Najwa, Terawan tak berkenan hadir dalam acaranya.
Oleh karena itu, Najwa Shihab membuat episode khusus dengan judul #MataNajwaMenantiTerawan yang dipublikasikan di kanal YouTube Najwa Shihab, Senin 28 September 2020 kemarin.
" Pandemi belum mereda dan terkendali. Karenanya kami mengundang Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Tentu tak ada sosok yang lebih tepat bicara kepada publik, kepada kita, memberi penjelasan tentang situasi sebenarnya dan sejauh apa penanganan yang dilakukan negara," ujar Najwa mengawali acaranya.
Najwa Shihab berpendapat, Terawan merupakan sosok yang punya wewenang, memiliki akses anggaran dan pemberi arahan meski di atas sudah pasti banyak benturan kepentingan.
Ia menambahkan, Terawan seharusnya menjadi sosok yang paling gencar memperjuangkan kepentingan kesehatan masyarakat luas.
" Selama jabatan Menteri Kesehatan masih di tangannya, tanggung jawab tak bisa lepas dari pundaknya," sambung Najwa.
Karena sudah berulang kali mengundang Terawan dan tak kunjung datang, Najwa Shihab memberikan kursi dan panggungnya kepada tokoh yang selama ini diharapkannya.
Dalam unggahannya, terlihat adegan seolah-olah Terawan ada di depannya. Najwa kemudian menghujani beragam pertanyaan kepada kursi kosong yang ada di depannya.
" Mengapa menghilang pak? Anda minim sekali muncul di depan publik selama pandemi," kata Najwa kepada kursi kosong di depannya.
" Atau mungkin kehadiran Menteri Kesehatan di depan publik tidak terlalu penting?" sambungnya.
Selama kurang lebih empat menit, Najwa melempar pertanyaan-pertanyaannya kepada kursi kosong di hadapannya dan tentu, tidak mungkin ada yang menjawab.
" Publik di antaranya lewat petisi, meminta kebesaran hati anda untuk mundur saja, siap mundur pak?" tanya Najwa.
Hingga tulisan ini dibuat, sekitar 336 ribu orang telah menonton dengan 7000 ribu komentar.
" Najwa Shihab's sarcasm, humour, and sassiness cleared my acne and soul," kata salah satu netizen.
" Rakyat sudah mempersilahkan pak Terawan untuk mundur. Tetapi pak Terawan tidak mundur juga. Pak Jokowi punya kuasa untuk memberhentikan atau memecat. Mengapa pak Jokowi hanya menegur?" tanya warganet lain
Berikut videonya:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya