Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mobile Covid Hunter (Foto: Liputan6.com)
Dream - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung meluncurkan Mobile Covid Hunter di halaman Mapolrestabes Bandung, Rabu 23 September 2020.
Mobile Covid Hunter ini terdiri dari 200 unit khusus milik TNI, kepolisian, dan Pemerintah Kota Bandung yang akan berpatroli di seluruh wilayah kota.
Kendaraan yang difungsikan sebagai moda pengamanan tersebut antara lain mobil patroli Satpol PP, kendaraan Tim Prabu, dan mobil pemadam kebakaran.
Gagasan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan masyarakat agar tetap patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan.
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengatakan, kepatuhan masyarakat menjadi kunci utama dalam penanganan pandemi Covid-19. Kepatuhan ini harus terus ditingkatkan.
" Perilaku masyarakat menjadi salah satu kunci untuk menyelesaikan pandemi ini. Sekarang upaya apapun akan dilakukan pemerintah kota beserta seluruh stakeholder," ujarnya dikutip dari Liputan6.com, Kamis 24 September 2020.
" Kalau perilaku warganya tidak membantu, mengubah, dan tidak menerapkan protokol kesehatan itu jadi beban berat bagi kita semua," tutur Yana menambahkan.
Yana menuturkan, tingkat kepatuhan masyarakat saat ini cenderung menurun. Maka dari itu, gugus tugas perlu terus mengingatkan warganya agar tetap melaksanakan protokol kesehatan.
" Mudah-mudahan dengan launching Mobile Covid Hunter ini kita semua terus mengingatkan masyarakat minimal untuk berperilaku sehat dan menerapkan protokol kesehatan. Ini suatu bentuk kolaborasi bagaimana kita semua sama-sama terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 itu masih ada, meskipun di Kota Bandung relatif terkendali," tutur Yana.
Ia berharap, cara itu bisa meningkatkan kepatuhan warga akan menjaga diri dari paparan virus Corona, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.
" Kalau itu dilakukan serentak masif oleh seluruh masyarakat, Insyaallah kita semua sehat dan pandemi Covid-19 berakhir," katanya.
Sementara itu, Kapolda Jabar Inspektur Jenderal Rudy Sufahriadi mengungkapkan, Mobile Covid Hunter ini akan berfungsi dalam operasi yustisi. Petugas akan berkeliling dan melakukan pembubaran massa jika terdapat kerumunan.
" (Ini berfungsi untuk) operasi yustisi, di mana ada kerumunan, di mana ada bakal calon kerumunan, atau kira-kira di situ bisa terjadi kerumunan kita halau," katanya.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya