Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketua Umum MUI Pusat KH Ma'ruf Amin (bersurban Putih) Berdiskusi Mengenai Kondisi Politik Dan Ekonomi Umat (Dream.co.id)
Dream - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin berpesan masyarakat DKI Jakarta yang akan memberikan suara dalam Pilkada putaran II untuk memilih berdasarkan hati nurani. Bukan intimidasi pihak tertentu.
" Masyarakat supaya ikut memilih dan memberi hak sesuai hati nuraninya. Bukan karena intimidasi," kata Ma'ruf, di Gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa, 18 April 2017.
Ma'ruf berharap pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk masa jabatan 2017 - 2022 tidak akan diiringi gejolak. Dia juga berharap organisasi masyarakat (ormas) tidak memobilisasi anggotanya untuk datang ke berbagai tempat pemungutan suara (TPS).
" Semoga besok tidak terjadi mobilisasi dari pihak manapun dan jangan ada intimidasi, manipulasi. Sebab, semua itu dapat memicu konflik," kata dia.
Rois Aam Syuriah Nahdlatul Ulama itu berharap masyarakat dapat kembali bersatu usai Pilkada. Dia menyarankan, masing-masing pendukung dapat menerima hasil pemungutan suara.
Untuk menghindari gesekan di tingkat masyarakat, MUI Pusat juga berencana menggelar dialog nasional dengan semua pihak yang terlibat dalam Pilkada.
" Semoga usai pilkada tidak ada gejolak. Isu tuduhan anti Pancasila, anti-kebhinekaan dan sebagainya kita akhiri. Kita harus kembali menjadi bangsa yang bersatu karena satu sama lain adalah saudara," ucap dia.
Pernyataan Ma'ruf diamini, Direktur Wahid Institute Yenny Wahid. Lembaga yang mengawasi toleransi dan keberagaman di Indonesia itu meminta agar TNI dan Polisi yang berjaga memastikan tidak adanya intimidasi kepada warga yang memilih.
Terkait kabar keberadaan Barisan Serga Guna Anshor Nahdlatul Ulama (Banser NU) di Jakarta, putri Gus Dur itu menjelaskan, keberadaan organisasi sayap kepemudaan NU itu hadir untuk membantu menjaga pelaksanaan Pilkada DKI.
" Kalau Banser instruksinya jelas. Hanya untuk menjaga kalau ada yang mengacau, itu saja. Membantu dan koordinasinya mengikuti TNI dan Polisi," kata Yenny.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya