Ajudan Ungkap Ucapan Prabowo Sakti: 'Hati-Hati dengan Mulut Saya'

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 9 Juli 2020 07:00
Ajudan Ungkap Ucapan Prabowo Sakti: 'Hati-Hati dengan Mulut Saya'
Nampaknya, saya juga harus hati-hati dengan ucapan Pak Prabowo, karena hampir setiap ucap Pak Prabowo itu terjadi

Dream - Prabowo Subianto memang menjadi sosok yang selalu menarik untuk dibahas. Tak hanya di panggung politik, kiprahnya sebagai tentara juga banyak mencuri perhatian.

Seperti diungkapkan oleh sang ajudan melalui akun Instagram @rizky_irmansyah, yang menceritakan bahwa perkataan Menteri Pertahanan itu kerap kali menjadi kenyataan.

Sang ajudan mengatakan bahwa Prabowo kerap berpesan agar anak buahnya berhati-hati pada ucapan mangtan Danjen Kopassus tersebut.

Lewat unggahan Instagram itu, Rizky Irmansyah berkisah tentang pengalamannya ketika bersama Prabowo pada saat operasi pembebasan sandera di Papua pada 1996.

Berikut kisahnya:

1 dari 5 halaman

Hati-Hati Sama Mulut Saya

" Hati hati sama mulut saya"

Ya, itu adalah kalimat yang seringkali saya dengar dan sering kali juga terbukti kepada hal-hal yang diucap oleh Pak Prabowo.

Pernah pada sekitar tahun 1996 yang pada saat itu Brigjen Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus memimpin langsung operasi pembebasan sandera di Mapenduma - Papua, dari 26 sandera 7 orang diantaranya adalah warga negara asing.

Pada saat itu ada dua helikopter yang disiapkan utk mengangkut prajurit Kopassus.

2 dari 5 halaman

Awal Kisah

Prabowo© Merdeka.com

Helikopter pertama berisi beberapa personel kopasus yang dua di antaranya adalah Kapten Teguh Arief dan Lettu Rudy Adolf Parengkuan.

Helikopter ke dua berisi Danjen Kopassus Brigjen Prabowo Subianto beserta pasukan pemukul Kopassus.

Ketika dua helikopter tersebut sedang bersiap untuk lepas landas, tiba-tiba Brigjen Prabowo Subianto memanggil dua personel yang ada di helikopter pertama, Kapten Teguh Arief diperintahkan untuk tidak ikut pada heli tersebut dan diminta standby sebagai perwira lapangan, lalu Lettu Rudy Parengkuan diperintahkan untuk ikut di helikopter ke dua bersama Danjen Kopasus dan pasukan pemukul

3 dari 5 halaman

Siapkan Dua Helikopter

Prabowo© Merdeka.com
Setelah dua helikopter lepas landas, beberapa saat kemudian helikopter pertama jatuh, seluruh penumpang dan pilot tewas.

Bayangkan, jika Brigjen Prabowo Subianto tidak memerintahkan Kapten Teguh Arif dan Lettu Rudy untuk turun dari helikopter, maka dadapt saya katakan bahwa mungkin saja mereka bisa menjadi korban. Saat ini Kapten Teguh Arief berpangkat Mayor Jendral dan berdinas sebagai Asintel Kasad. Kemudian Lettu Rudy Parengkuan saat ini sudah purnawirawan berpangkat mayor yang saat ini masih setia mengabdi kepada Pak Prabowo Subianto.

4 dari 5 halaman

Panggil Personel TNI di Helikopter Satu

Sama ketika saya sedang memasangkan Pin Menteri di baju Pak Prabowo, beliau berucap (lagi) kepada saya sambil tersenyum dan mengatakan: “ Calon pemimpin di masa yang akan datang, asal kamu belajar dengan giat, patuh pada pimpinan dan terus mengembangkan diri,” ucap Pak Prabowo kepada saya.

Tampaknya, saya juga harus hati-hati dengan ucapan Pak Prabowo, karena hampir setiap ucap Pak Prabowo itu terjadi. Semoga diaminkan.

5 dari 5 halaman

Helikopter Pertama Jatuh

      View this post on Instagram

“ Hati hati sama mulut saya” Ya, itu adalah kalimat yang seringkali saya dengar dan sering kali juga terbukti kpd hal hal yang di ucap oleh Pak Prabowo. Pernah pada sekitar tahun 1996 yg pada saat itu Brigjen Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus memimpin langsung operasi pembebasan sandera di Mapenduma - Papua, dari 26 sandera 7 orang diantaranya adalah warga negara asing. Pada saat itu ada 2 helikopter yang disiapkan utk mengangkut prajurit kopassus, Helikopter pertama berisi beberapa personil kopasus yg 2 diantaranya adalah Kapten Teguh Arief dan Lettu Rudy adolf Parengkuan. Helikopter kedua berisi Danjen Kopassus Brigjen Prabowo Subianto beserta pasukan pemukul kopassus. Ketika 2 helikopter tersebut sedang bersiap utk lepas landas, tiba2 Brigjen Prabowo Subianto memanggil 2 personil yang ada di Helikopter pertama, Kapten Teguh Arief diperintahkan utk tidak ikut pada heli tersebut dan diminta standby sebagai perwira lapangan, lalu Lettu Rudy Parengkuan diperintahkan utk ikut di helikopter kedua bersama Danjen Kopasus dan pasukan pemukul. Setelah 2 helikopter lepas landas, beberapa saat kemudian helikopter pertama jatuh, seluruh penumpang dan pilot tewas. Bayangkan, jika Brigjen Prabowo Subianto tidak memerintahkan Kapten Teguh Arif dan lettu Rudy utk turun dari Helikopter, maka dpt saya katakan bahwa mungkin saja mereka bs menjadi korban. Saat ini Kapten Teguh Arief berpangkat Mayor Jendral dan berdinas sebagai Asintel Kasad. Kemudian Lettu Rudy Parengkuan saat ini sdh purnawirawan berpangkat mayor yang saat ini masih setia mengabdi kepada Pak Prabowo Subianto. Sama ketika saya sedang memasangkan Pin Menteri di baju Pak Prabowo, beliau berucap (lagi) kepada saya sambil tersenyum dan mengatakan : “ Calon Pemimpin dimasa yg akan datang, asal kamu belajar dgn giat, patuh pada pimpinan dan terus mengembangkan diri” ucap Pak Prabowo kepada saya Nampaknya, saya juga harus hati2 dengan ucapan Pak Prabowo, karena hampir setiap ucap Pak Prabowo itu terjadi. Semoga di Aamiin kan ???? Oia, saya menggunakan sepatu PDL Tactical dari parabellum, design nya keren , nyaman dipakai, ringan. Utk temen2 yg mau cari silahkan main ke page nya @parabellum.id

A post shared by Rizky irmansyah (@rizky_irmansyah) on

Beri Komentar