Nenek 60 Tahun Jadi Driver Taksi Online demi Pengobatan Suami

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 9 September 2019 19:00
Nenek 60 Tahun Jadi Driver Taksi Online demi Pengobatan Suami
Nenek Misnah terpaksa mencari uang karena suaminya diserang kanker.

Dream - Masa senja sepatutnya dihabiskan dengan aktivitas menyenangkan. Bisa dengan merawat kebun atau bermain bersama cucu.

Tetapi, yang terjadi pada Puan Misnah, 60 tahun, justru sebaliknya. Saat sudah uzur, wanita asal Labuan, Malaysia, ini masih harus mencari nafkah.

Nenek Misnah terpaksa menjadi pengemudi taksi online. Dia menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya terserang kanker dan anak sulungnya menderita gangguan kejiwaan.

Nenek Misnah seharusnya masuk golongan warga negara senior di Malaysia. Meski begitu, dia tidak seperti para lansia lainnya lantaran masih harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

1 dari 5 halaman

Kisahnya Viral di Medsos

Kisah Nenek Misnah viral setelah dibagikan oleh presenter acara televisi, Fedtri Yahya, di Facebook. Kala itu, tanpa sengaja Fedtri menjadi penumpang Nenek Misnah.

Fedtri mengatakan, Nenek Misnah sangat sopan dan tenang. Sepanjang perjalanan, dia mengobrol dengan Nenek Misnah.

Orang seperti Nenek Misnah ini patut mendapat penghargaan. Dia adalah bukti dari apa yang bisa diperbuat manusia ketika berhadapan dengan situasi sulit.

Sumber: World of Buzz

2 dari 5 halaman

Ini Unggahannya

3 dari 5 halaman

Kehidupan Miris 2 Nenek di Karawang, Tinggal dan Makan di Kandang Kambing

Dream - Kisah hidup dua wanita lanjut usia ini sungguh memprihatinkan. Mereka terpaksa menikmati masa senja dengan tinggal di tempat sangat tidak layak.

Mak Uka, 80 tahun dan Mak Icih, 70 tahun, merupakan kakak beradik warga Desa Medang Asem, Jayakerta, Karawang, Jawa Barat. Sudah puluhan tahun mereka tinggal di kandang kambing minim penerangan.

" Kalau tidur bareng sama kambing dan malam hari tidak ada penerangan, hanya cahaya lampu minyak," ujar Mak Uka, dikutip dari .

Keduanya juga masih harus berjuang untuk bertahan hidup. Bahkan lebih sering kebutuhan mendasar terutama makan jarang bisa terpenuhi.

 

4 dari 5 halaman

Diperhatikan Warga

Beruntung, masih banyak warga yang peduli. Mereka membantu memenuhi kebutuhan Mak Uka dan Mak Icih.

Sesekali, warga menawarkan pekerjaan dengan imbalan upah. Meski begitu, pekerjaan yang diberikan tidak berat mengingat usia keduanya sudah begitu senja.

 Lansia di Kandang Kambing

" Sesekali suka ada dari pekerjaan membantu tetangga, tapi ya namanya juga nenek-nenek, kerjanya semampunya. Buruhnya juga seikhlasnya, selebihnya untuk makan sehari-hari mengandalkan pemberian dari yang merasa kasihan saja," kata Mak Uka.

5 dari 5 halaman

Tak Dapat Bantuan dari Pemerintah

Kondisi keduanya semakin miris lantaran tidak mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Hal ini dibenarkan oleh salah satu warga, Ayu Retna Rassani, 24 tahun.

" Saya sempat datang ke lokasi, informasi dari dua janda lansia tidak pernah dapat bantuan," kata dia.

 Lansia di Kandang Kambing

Ayu mengatakan keduanya pernah bercerita harus menahan rasa lapar lantaran tidak ada makanan. Bahkan makanan kecil sekadar mengganjal perut pun tak ada.

" Tidak jarang keduanya kelaparan karena tidak ada uang," ucap Ayu.

Lebih lanjut, Ayu berharap ada kepedulian dari pemerintah setempat kepada dua lansia ini. Sehingga mereka bisa tinggal di tempat yang lebih layak.

" Berharap ada bantuan untuk keduanya supaya bertahan hidup," tutur Ayu.

Sumber: /Bram Salam

Beri Komentar
Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri