Misteri Serangan Hacker di Olimpiade Musim Dingin Korsel

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 14 Februari 2018 12:00
Cisco mengatakan serangan yang diluncurkan pada acara pembukaan Olimpiade.

Dream - Sejumlah perusahaan keamanan siber di Amerika Serikat (AS) pada Senin, 12 Februari 2018 mengumumkan adanya serangan peretasan pada acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang, Korea Selatan. Peretasan itu muncul menggunakan virus komputer bernama Olympic Destroyer.

Dilaporkan Anadolu Agency, para ahli belum tahu kelompok yang menjadi dalang serangan yang diluncurkan pada Jumat, 9 Februari 2018.

Serangan tersebut sempat diketahui penyelenggara Olimpiade. Mereka mengakui serangan peretasan sempat terjadi namun tak terlalu kritis.

Serangan itu berhasil menganggu beberapa layanan televisi dan internet sebelum acara pembukaan.

Pengamat dari Talos Intelligence Group memastikan perangkat perusak sistem digunakan dalam serangan itu. Penjelasan ini juga dikonfirmasi perusahaan keamanan CrowdStrike dan FireEye.

Diperkirakan para penyerang ingin menyebabkan kekacauan pada acara pembukaan. Bukan bertujuan mencuri informasi dari server yang digunakan penyelenggara Olimpiade.

" Talos bisa mengidentifikasi perangkat yang digunakan. Tampaknya penyerang tidak mencuri informasi, namun ingin menganggu berlangsungnya acara. Kami tidak menemukan ada data yang dicuri," tulis sebuah pernyataan dari Talos.

Pengamat tidak mengatakan siapakah pihak dibalik serangan itu, namun mengatakan virus itu mirip dengan serangan " BadRabbit" dan " Nyetya" .

Kedua perangkat itu ditemukan milik peretas Rusia yang digunakan tahun lalu untuk menyerang pemerintah Ukraina dan CIA.

(Sah)

 

Beri Komentar
Menyusui Juga Perjuangan, Semangat Mom!