Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Sejumlah perusahaan keamanan siber di Amerika Serikat (AS) pada Senin, 12 Februari 2018 mengumumkan adanya serangan peretasan pada acara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di PyeongChang, Korea Selatan. Peretasan itu muncul menggunakan virus komputer bernama Olympic Destroyer.
Dilaporkan Anadolu Agency, para ahli belum tahu kelompok yang menjadi dalang serangan yang diluncurkan pada Jumat, 9 Februari 2018.
Serangan tersebut sempat diketahui penyelenggara Olimpiade. Mereka mengakui serangan peretasan sempat terjadi namun tak terlalu kritis.
Serangan itu berhasil menganggu beberapa layanan televisi dan internet sebelum acara pembukaan.
Pengamat dari Talos Intelligence Group memastikan perangkat perusak sistem digunakan dalam serangan itu. Penjelasan ini juga dikonfirmasi perusahaan keamanan CrowdStrike dan FireEye.
Diperkirakan para penyerang ingin menyebabkan kekacauan pada acara pembukaan. Bukan bertujuan mencuri informasi dari server yang digunakan penyelenggara Olimpiade.
" Talos bisa mengidentifikasi perangkat yang digunakan. Tampaknya penyerang tidak mencuri informasi, namun ingin menganggu berlangsungnya acara. Kami tidak menemukan ada data yang dicuri," tulis sebuah pernyataan dari Talos.
Pengamat tidak mengatakan siapakah pihak dibalik serangan itu, namun mengatakan virus itu mirip dengan serangan " BadRabbit" dan " Nyetya" .
Kedua perangkat itu ditemukan milik peretas Rusia yang digunakan tahun lalu untuk menyerang pemerintah Ukraina dan CIA.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang